Suspensi Berantai Saham Waskita (WSKT) Meski Kontrak Baru Terus Bertambah
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Demikian pengumuman resmi yang diautorisasi Kepala Divisi PP3, PT Bursa Efek Indonesia, Lidia M. Panjaitan, yang dilansir Sabtu (30/9/2023).
Menurut BEI, latar belakang keputusan ini dibuat karena WSKT tidak memenuhi kewajiban pembayaran kupon dan atau pokok surat utang. Penetapan suspensi diambil setelah manajemen Waskita (WSKT) menyampaikan laporan atas hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) atas Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020. RUPO tersebut dinyatakan gagal kuorum.
“Mengingat kuorum keputusan pada rapat umum pemegang obligasi tanggal 26 September 2023 tidak tercapai, maka tidak terdapat keputusan yang diambil secara sah oleh RUPO,” demikian laporan keterbukaan informasi WSKT yang disampaikan Jumat (29/9/2023).
Baca Juga
Agustus 2023, Waskita Karya (WSKT) Catat Kontrak Baru Rp 11,2 Triliun
Kebijakan suspensi yang resmi berlaku Jumat 29 September 2023 ini merupakan yang ketiga tahun ini. Meski suspensi terjadi beruntun, perdagangan saham Waskita (WSKT) sesungguhnya belum pernah dibuka secara resmi sejak disuspensi 8 Mei tahun ini. Pada 7 Agustus 2023, BEI juga pernah mengeluarkan pengumuman suspensi atas saham WSKT.
Antrian Kontrak Baru
Status gembok bertubi-tubi ini tidak sejalan dengan harapan investor, setelah perseroan mencatat sejumlah kemajuan dari sisi bisnis. Belum lama ini, manajemen WSKT melaporkan perolehan kontrak baru senilai Rp 11,2 triliun per Agustus 2023.
Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk Mursyid mengatakan, proyek tersebut mayoritas bersumber dari kontrak pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN). "Ini merupakan bukti bahwa Waskita Karya masih memiliki daya saing yang kompetitif dan kepercayaan dari pemberi kerja," kata Mursyid dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, (12/9/2023).
Dari nilai kontrak baru per Agustus 2023, Waskita Karya mendapat sejumlah proyek, antara lain Proyek Renovasi Stadion Kanjuruhan senilai Rp332 miliar, Proyek Rusun ASN di Ibu Kota Negara (IKN) Paket 3 senilai Rp1,01 triliun, dan proyek lainnya senilai Rp 2 triliun.
Baca Juga
Sampai sat ini, perseroan juga telah berhasil meraih proyek pembangunan IKN dengan nilai Rp8,35 triliun dengan porsi Waskita sebesar Rp 5,46 triliun.
Proyek IKN tersebut, antara lain Proyek Jalan Tol IKN Segmen 5A, Proyek Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4, Proyek gedung Sekretariat Presiden dan fasilitas Gedung penunjang, Proyek gedung dan kawasan Kementerian Koordinator (Kemenko) Paket 3, Proyek gedung dan kawasan Kemenko Paket 4, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) 1, 2, 3, Proyek Jalan Feeder Distrik Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Saat ini, secara total Waskita mengerjakan sebanyak 93 proyek senilai Rp 51,6 triliun.
Proyek-proyek WSKT didominasi oleh proyek pemerintah dan BUMN, dengan rincian pengerjaan proyek dari pemerintah senilai Rp4,47 triliun atau setara dengan 46,07 persen dari keseluruhan proyek dan proyek dari BUMN/BUMD senilai Rp 3,13 triliun atau setara dengan 32,19%.
Selain itu, WSKT juga mengerjakan proyek dari pemerintah luar negeri senilai Rp 1,92 triliun atau 19,82%, proyek dari perusahaan swasta senilai Rp 100 miliar (1,04%), serta investasi senilai Rp 90 miliar atau 0,88%.
Baca Juga
Ada Lagi Obligasi Waskita Karya (WSKT) Mau Jatuh Tempo, Nilainya Hampir Rp1 Triliun

