IHSG Dibuka Anjlok 3,75%, Pasar Saham Indonesia makin Hancur
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2026), dibuka anjlok sebanyak 214 poin (3,75%) menjadi 5.390. Penurunan indeks melampaui pelemahan mayoritas pasar saham Asia.
Penurunan melanda seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, industry, energi, consumer primer, infrastruktur, transportasi, dan keuangan. Penurunan dipicu kejatuhan saham big cap seperti AMMN, TLKM, RAJA, PANI, BREN, MDKA, PTRO, BBCA, hingga DSSA.
Baca Juga
Hari Ini, Prabowo Akan Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
MEski IHSG jatuh, saham berikut masih berhasil catatkan penguatan pesat, seperti PURI naik 23% menjadi Rp 143, SKBM naik 20,48% menjadi Rp 600, dan SULI menguat 19,23% menjadi Rp 89.
Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup anjlok 532,61 poin (8,69%) menjadi 5.594. Penurunan tersebut menjadikan kinerja IHSG BEI yang terburuk di dunia pekan ini. Penurunan tersebut juga membuat nilai kapitalisasi pasar (market cap) IHSG BEI menguap Rp 922 triliun menjadi Rp 9.807 triliun.
Kejatuhan indeks ini juga dipicu atas pelemahan dahsyat saham big cap, khususnya sektor perbankan. Di antaranya, saham BBCA anjlok 10,96%, BBRI melemah 7,12%, TLKM melorot 8,91%, BRPT turun 23,71%, dan MORA anjlok 17,39%.
Baca Juga
Kuasai 91% Pasar Gas, PGN (PGAS) Percepat Ekspansi Infrastruktur Nasional
Penurunan tajam IHSG pekan sebelumnya juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor industry anjlok 13,32%, sektor energi melemah 10,32%, sektor material dasar turun 10,85%, sektor property 11,33%, sektor infrastruktur 11,62%, dan sektor keuangan 6,74%.
Selain turun tajam, pemodal asing ikut menekan IHSG BEI pekan ini setelah merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 7,38 triliun atau turun dari pekan sebelumnya mencapai Rp 12,34 triliun.

