Data Tenaga Kerja AS Membaik, The Fed Diprediksi Pangkas Bunga Acuan
JAKARTA, investortrust.id - Data tenaga kerja nonfarm payrolls Amerika Serikat lebih baik dari perkiraan. Hal ini berbeda dengan laporan Automatic Data Processing (ADP) National Employment yang mengindikasikan pelemahan pasar tenaga kerja.
Melihat tren positif tersebut, bank sentral Amerika, The Federal Reserve diprediksi akan memangkas suku bunga, Fed fund rate, segera setelah kuartal pertama tahun 2024.
Analis pasar modal Hans Kwee mengungkapkan, tingkat pengangguran Amerika Serikat turun ke level 3,7%. Sedangkan rata-rata upah naik sebesar 0,4%.
“Data tenaga kerja yang lebih baik telah menurunkan ekspektasi pasar keuangan bahwa Federal Reserve AS akan melakukan pemotongan suku bunga segera setelah kuartal pertama tahun 2024,” kata Hans saat dihubungi investortrust.id, Minggu, (10/12/2023).
Indikasi pemangkasan bunga ini menyebabkan harga emas turun ke bawah US$1.978 per ons pada hari Rabu, (13/12/2023). Hans menyebutkan data tenaga kerja yang kuat dan turunnya ekspektasi pemangkasan bunga lebih banyak dan cepat, ini dapat mendorong kenaikan dolar AS dan imbal hasil US Treasury.
Baca Juga
Inflasi Tahunan AS November 3,1%, Mengurangi Tekanan untuk The Fed
Pada sisi lain, harga minyak mengalami tekanan turun karena banyak pedagang yakin pasar mengalami kelebihan pasokan. Implikasi itu dipicu kekhawatiran bahwa beberapa anggota OPEC + mungkin tidak mematuhi komitmen pemotongan produksi.
Seiring dengan itu, Bank Indonesia (BI) berpotensi mempertahankan suku bunga acuan pada bulan Desember ini. BI juga diprediksi akan mempertahankan suku bunga hingga beberapa bulan ke depan.
Pekan ini, pasar saham menantikan data inflasi Amerika Serika dan keputusan suku bunga the Fed, BoE dan ECB. Semua Lembaga ini diperkirakan akan tetap menahan tingkat suku bunga acuan. (CR-5)
Baca Juga

