Western Union Rilis Stablecoin USDPT Berbasis SOL di Mei 2026 hingga Solana Raih Pendanaan US$ 8 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Western Union akan meluncurkan stablecoin berbasis dolar AS bernama USDPT (U.S. Dollar Payment Token) pada Mei 2026 di jaringan Solana. Token ini tahap awal akan difokuskan sebagai alat penyelesaian transaksi antar mitra agen, bukan untuk konsumen ritel. Western Union adalah perusahaan layanan transfer uang global yang berbasis di Amerika Serikat.
CEO Western Union Devin McGranahan mengonfirmasi jadwal tersebut dalam paparan kinerja kuartal I 2026 pekan lalu dilansir dari Cryptopolitan News, Selasa (28/4/2026). Ia menyebut pengembangan USDPT menjadi bagian inti strategi perusahaan dalam mempercepat transformasi ke aset digital dan meningkatkan efisiensi penyelesaian lintas batas.
USDPT dirancang sebagai alternatif sistem perbankan tradisional seperti SWIFT, dengan kemampuan penyelesaian transaksi secara on-chain yang dapat berlangsung 24 jam sehari, termasuk saat akhir pekan dan hari libur. Token ini akan diterbitkan oleh Anchorage Digital Bank sebagai kustodian kripto yang telah diregulasi.
Selain USDPT, Western Union juga menyiapkan dua produk pendukung, yakni Digital Asset Network (DAN) dan USD Stable Card. DAN akan menghubungkan dompet kripto dengan jaringan agen Western Union melalui satu API, memungkinkan konversi aset digital ke mata uang lokal. Adapun Stable Card akan memungkinkan pengguna menyimpan dan membelanjakan stablecoin secara global, dengan rencana peluncuran pada akhir 2026.
Baca Juga
Langkah ini menempatkan Western Union di tengah persaingan industri stablecoin yang semakin ketat. Sejumlah pemain besar telah lebih dulu masuk, termasuk PayPal melalui PYUSD, Fiserv dengan FIUSD, serta MoneyGram yang telah mengintegrasikan USDC di jaringan Stellar. Bahkan Visa juga telah memperluas dukungan penyelesaian stablecoin ke Solana.
Dengan kapitalisasi pasar stablecoin berbasis dolar yang telah melampaui US$300 miliar, serta meningkatnya volume transaksi di jaringan Solana, peluncuran USDPT dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan biaya dan mempercepat proses transaksi lintas negara.
Western Union menyatakan uji coba awal akan dilakukan di sejumlah negara terpilih. Namun, detail terkait mitra agen, integrasi awal DAN, serta pasar peluncuran Stable Card masih belum diungkapkan. Keberhasilan implementasi tahap awal ini akan menjadi penentu apakah strategi stablecoin perusahaan mampu bersaing dan mencapai skala global.
Baca Juga
Sementara itu, minat terhadap saham yang terkait dengan Solana kembali meningkat. Perusahaan Solana telah mengumpulkan modal baru sebesar US$ 8 juta melalui saham HSDT yang terdaftar di Nasdaq. Langkah ini bertujuan untuk memperluas cadangan token perusahaan. Meskipun harga SOL baru-baru ini sedikit turun, daya tarik aset kripto yang semakin meningkat di kalangan investor institusional memicu diskusi tentang strategi jangka panjang. Perusahaan-perusahaan besar kini sedang menjajaki cara untuk semakin mengintegrasikan aset digital ke dalam neraca mereka.
Mengutip Cointurk, Solana melakukan penawaran umum langsung, menjual 3 juta saham Kelas A dengan harga US$ 2,60 per saham. Penawaran ini diperkirakan akan menghasilkan sekitar US$ 7,9 juta. Partisipasi investor institusional terkemuka seperti Mirae Asset dan HashKey Capital mencerminkan minat yang berkelanjutan terhadap aset kripto dari sektor keuangan tradisional.
Dana yang terkumpul tidak hanya dialokasikan untuk pengembangan bisnis dan operasional, tetapi juga untuk membeli token SOL tambahan. Portofolio Solana sudah memiliki 2,3 juta SOL, yang menggarisbawahi komitmen perusahaan untuk memperkuat kasnya dengan aset digital.
Meskipun ada pengumuman pembelian institusional dan masuknya modal, harga SOL Selasa pagi ini sempat turun sekitar 3% dalam 24 jam terakhir ke US$ 84,80. Analis menyoroti bahwa, dalam siklus Solana sebelumnya, harganya melonjak dari US$ 8 hingga setinggi US$ 295. Spekulasi sekarang berputar di sekitar apakah pola serupa dapat membuat SOL bergerak dari titik terendah baru-baru ini di dekat US$ 70 hingga puncak hipotetis US$ 1.800. Dengan mengambil sikap yang lebih hati-hati, beberapa pihak berpendapat bahwa kenaikan 13 kali lipat pun masih akan mendorong harga SOL naik hingga US$ 900.

