GOTO Siap Rilis Kinerja kuartal I-2026, Analis Prediksi Profitabilitas Tetap Terjaga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan mengumumkan kinerja keuangan kuartal I-2026, Selasa (28/4/2026). Analis memprediksi kinerja keuangan bertumbuh sesuai ekspektasi dengan profitabilitas tetap terjaga, meski berbagai risiko makroekonomi.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta memperkirakan bahwa kinerja GOTO hingga Maret 2026 tetap on-track terhadap pedoman yang telah ditetapkan, yakni EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp 3,2–3,4 triliun untuk sepanjang 2026.
“Memang ada risiko makroekonomi dan gejolak eksternal yang mempengaruhi harga energi global, tetapi dengan basis pelanggan menengah atas yang kuat yang tidak price sensitive semestinya bisa jadi driver untuk GOTO menjaga momentum pertumbuhan dan profitabilitas,” ujarnya.
Baca Juga
Analis Optimistis GOTO Untung Tahun Ini, GTF Jadi Mesin Utama Pendongkrak Kinerja
Kafi menilai dua unit bisnis utama GOTO, yaitu On-Demand Services (ODS) Gojek dan Financial Technology (Fintech) GoPay, memiliki resiliensi yang kuat. Keduanya dinilai berpotensi semakin profitabel baik secara kuartalan maupun tahunan.
Menurutnya, strategi Gojek difokuskan pada segmentasi pelanggan melalui keseimbangan antara segmen affluent dan mass market. Sementara itu, lini fintech mendorong pertumbuhan pengguna bertransaksi serta menerapkan proses underwriting kredit berbasis data untuk manajemen risiko.
Dengan strategi tersebut, GOTO dinilai memiliki fondasi yang solid untuk menghadapi 2026 yang masih penuh tantangan.
Baca Juga
Analis Kompak Rekomendasikan ‘Buy’ Saham GoTo (GOTO), Target Harga Rata-Rata Rp 102
Optimisme terhadap kinerja GOTO juga tercermin dari konsensus analis Bloomberg. Sebanyak delapan analis sekuritas lokal dan global memproyeksikan GOTO berpotensi mencatat laba bersih positif sepanjang 2026.
Proyeksi laba bersih diperkirakan berada di kisaran Rp 288 miliar hingga Rp1,1 triliun, dengan rata-rata sekitar Rp 520 miliar.
Sebelumnya, pada kuartal IV-2025, GOTO membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5,0 triliun atau tumbuh 19% secara tahunan (year-on-year/yoy). EBITDA yang disesuaikan tercatat sebesar Rp 672 miliar atau meningkat 106% yoy.
Sementara itu, rugi bersih GOTO pada periode tersebut tercatat Rp 505 miliar atau menyusut sebanyak 45% secara tahunan.

