IHSG Akhir Pekan Anjlok 3,38%, Sebaliknya Tiga Saham Ini masih Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/4/2026), ditutup anjlok parah sebanyak 249,12 poin (3,38%) menjadi 7.129. Rentang pergerakan 7.115-7.386 dengan nilai transaksi Rp 20 triliun. Dengan demikian, IHSG torehkan penurunan dalam sepekan terakhir.
Penurunan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya saham-saham big cap. Di antaranya, saham BBCA anjlok 5,84%, BREN turun 6,29%, MORA 6,70%, BBRI melemah 2,53%, AMMN turun 4,31%, DSSA melemah 10,22%, BRPT turun 7,76%, dan MLPT turun 7,02%.
Baca Juga
Harga Kripto Berguguran, Transaksi Perdagangan Nasional dan Global Kompak Lesu
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti saham sektor consumer primer 4,27%, energi 4,22%, dan infrastruktur jatuh 4,08%. Penurunan dalam lebih dari 3% melanda saham consumer non primer, property, dan transportasi. Sisanya anjlok dalam rentang 1-2%.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham masih berhasil torehkan lompatan harga, seperti auto reject atas (ARA) melanda saham PSDN melesat 34,46% menjadi Rp 199, BRNA naik 24,41% menjadi Rp 790, dan BNBA naik 24,46% menjadi Rp 865. Kenaikan pesat juga melanda saham CTTH sebanyak 23,85% menjadi Rp 161 dan SMMT menguat 13,02% menjadi Rp 2.170.
Baca Juga
Penyaluran Kredit Baru Q1-2026 Melorot, Ketidakpastian Global Tekan Investasi
Kemarin, IHSG ditutup anjlok parah sebanyak 163 poin (2,16%) menjadi 7.378 disertai dengan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 978,65 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBRI dan BMRI.
Kejatuhan indeks ini dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti industry, energi, consumer primer, dan consumer non primer. Penurunan dalam juga melanda saham keuangan, teknologi, dan infrastruktur.

