Astra International Umumkan Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru 2026, Rudy Jabat Presdir
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) mengesahkan susunan baru direksi dan komisaris perseroan, menyusul selesainya masa jabatan sejumlah direksi, termasuk mantan direktur utama perseroan, Djony Bunarto Tjondro.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ASII 2026 pun menyetujui pengangkatan Rudy sebagai direktur utama perusahaan, dari posisi wakil presiden direktur sebelumnya.
“Untuk posisi presiden direktur, saya dipercaya untuk melanjutkan apa yang sudah dicapai Pak Djony,” ujar Rudy dalam paparan publik di Menara Astra, Kamis (23/4/2026).
Selain Djoni, mantan direktur Astra lainnya, yakni Henry Tanoto dan Hamdani Dzulkarnaen Salim juga telah menyelesaikan masa jabatan, sejak ditutupnya RUPST ASII 2026 siang tadi.
Alhasil, pada saat yang sama perseroan dengan restu pemegang saham, mengangkat direktur baru, yakni Siswadi dan Djap Tet Fa. Siswadi akan membawahi lini bisnis jasa keuangan Astra, sementara Djap Tet Fa yang juga presiden direktur Astra Agro Lestari akan mengelola agribisnis dan properti Astra International.
“Sebelumnya agribisnis dipegang oleh Pak Santosa. Jadi Pak Santosa akan fokus di pilar infrastructure, IT, dan beberapa corporate function yang ada di pusat,” sambung Rudy.
Baca Juga
Astra International (ASII) Sahkan Dividen Final Rp 292 per Saham, Total Rp 15,6 Triliun
Dia menegaskan bahwa kedua direksi baru perusahaan induk tersebut, bukanlah ‘orang baru’, melainkan insan Astra yang telah mengabdi di anak-anak perusahaan sebelumnya. Sebagai contoh, Tet Fa terhitung telah bekerja di Astra selama 27 tahun.
“Kita tahu bahwa Astra kita selalu promote from within, from internal. Karena kami tahu kalau dari dalam tentu sudah familiar dengan value culture dan sebagainya sehingga bisa meneruskan tongkat estafet yang sudah ada,” jelasnya.
Selanjutnya dalam jajaran komisaris, terdapat dua nama baru, yakni Muhamad Chatib Basri dan Pariya Tangtongpairoth sebagai komisaris independen. Keduanya akan bertugas sejak hari ini sampai RUPST 2029.
Berikut susunan dewan direksi dan dewan komisaris Astra yang baru, berdasarkan hasil RUPST 2026:
Dewan Komisaris Perseroan
Presiden Komisaris: Prijono Sugiarto
Komisaris Independen: Sri Indrastuti Hadiputranto
Komisaris Independen: Muhamad Chatib Basri
Komisaris Independen: Muliaman Darmansyah Hadad
Komisaris Independen: Pariya Tangtongpairoth
Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale
Komisaris: Benjamin William Keswick Stephen Patrick Gore
Komisaris: Lincoln Lin Feng Pan
Komisaris: Lee Liang Whye
Direksi Perseroan
Presiden Direktur: Rudy
Direktur: Gidion Hasan
Direktur: Santosa
Direktur: Gita Tiffani Boer
Direktur: FXL Kesuma
Direktur: Thomas Junaidi Alim. W
Direktur: Hsu Hai Yeh
Direktur: Siswadi
Direktur: Djap Tet Fa
Dalam kesempatan yang sama, RUPST juga menetapkan total honorarium untuk seluruh anggota dewan komisaris perseroan maksimal Rp 2,16 miliar gross per bulan. Hal ini berlaku sejak 23 April 2026 hingga penutupan RUPST 2027.
“Kami mohon doa dan dukungannya, termasuk pemberitaan. Sehingga Astra bisa berkinerja lebih baik ke depannya, serta tetap bertumbuh ke masa depan,” pungkas Rudy.

