Bagikan

Makin Patuh, Jumlah Wajib Pajak Orang Kaya Pembayar Tarif 35% Meningkat 5,1%

Poin Penting

Jumlah wajib pajak yang membayar tarif tertinggi 35% meningkat 5,1% pada awal 2026.
Penerimaan pajak neto tumbuh 30,4% secara tahunan menjadi Rp 245,1 triliun.
Pertumbuhan pajak didorong aktivitas ekonomi domestik dan transaksi menjelang Idulfitri.

JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bimo Wijayanto mengatakan wajib pajak orang kaya yang membayar pajak tarif tertinggi sebesar 35% meningkat secara tahunan. Pada Februari 2026, terjadi peningkatan 5,1% pembayar pajak.

“Wajib pajak yang membayar tarif tertinggi berdasarkan data tahun lalu meningkat 5,1% dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Bimo, saat paparan APBN KiTa edisi Maret 2026, dikutip Kamis (12/3/2026).

Baca Juga

Tak Cuma ASN, DJP Sebut Swasta Juga Nikmati Insentif Pajak

Bimo mengatakan, peningkatan ini bukan kebetulan. Sebab, Direktorat Jenderal Pajak mengintensifkan pelayanan dan pengawasan kepada kelompok wajib pajak terkaya.

“Ini merupakan hasil peningkatan pelayanan dan pengawasan terhadap kelompok wajib pajak yang di top tier 35%” kata dia.

Tarif pajak penghasilan (PPh) sebesar 35% merupakan tarif pajak penghasilan tertinggi di Indonesia. Tarif ini dikenakan kepada wajib pajak orang pribadi dengan penghasilan kena pajak di atas Rp 5 miliar per tahun.

Berdasarkan paparan, penerimaan pajak meningkat pada awal 2026. Penerimaan pajak yang meningkat secara bruto sebesar 12,7% ini mencerminkan kegiatan ekonomi yang meningkat, sejalan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas domestik jelang Idulfitri.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak hingga 300% untuk Industri Semikonduktor

Realisasi penerimaan pajak neto naik 30,4% secara tahunan menjadi Rp 245,1 triliun. PPh orang pribadi dan PPh 21 mengalami peningkatan 3,4% secara tahunan menjadi Rp 29 triliun.

Secara total, pertumbuhan penerimaan pajak yang kuat ditopang penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang secara bruto tercatat Rp 153,2 triliun. Hal ini mencerminkan aktivitas ekonomi dan transaksi yang tumbuh.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024