Fitch Revisi Outlook jadi Negatif, Purbaya: Kinerja Pendapatan Negara Awal 2026 Sangat Baik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Rating mengonfirmasi peringkat sovereign credit Indonesia yang tetap berada di level BBB. Meski begitu, FItch menyesuaikan outlook dari stabil menjadi negatif dengan beberapa catatan.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Langkah ini melanjutkan disiplin fiskal sebagaimana dimandatkan dalam undang-undang, memperbaiki iklim usaha antara lain dengan langkah debottlenecking, dan deregulasi untuk peningkatan investasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pendapatan negara pada awal 2026 menunjukkan kinerja yang sangat baik.
“Januari tumbuh 9,5% (yoy) dan Februari tumbuh 12,8% (yoy), terutama didukung oleh penerimaan pajak yang tumbuh tinggi 30,7% (yoy) pada Januari dan 30,4% (yoy) pada Februari. Belanja negara pun tumbuh signifikan yaitu 25,7% (yoy) pada Januari dan 41,9% (yoy) pada Februari,” kata Purbaya, Rabu (4/3/2026).
Purbaya mengatakan percepatan belanja dan stimulus ekonomi akan dilakukan secara terukur untuk mempertahankan momentum pertumbuhan yang terus meningkat. APBN akan dipastikan sehat dan menjada disiplin fiskal.
Pemerintah terus meningkatkan koordinasi lintas sektor agar momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat dijaga dalam jangka menengah dengan tetap mempertahankan stabilitas. Koordinasi kebijakan fiskal-moneter terus menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan program-program prioritas berjalan efektif dan akuntabel.
Baca Juga
Fitch Ratings Revisi Turun Outlook RI Jadi Negatif Dipicu Risiko Fiskal
Kolaborasi dengan Danantara semakin diperkuat, sebagai mesin pertumbuhan baru yang menggerakkan ekonomi melalui investasi strategis di luar APBN namun tetap fokus pada profit berkelanjutan, termasuk terus mengungkit investasi swasta bernilai tambah tinggi.
Tata kelola dan operasional Danantara dijaga kredibilitasnya dengan risiko yang terukur, sehingga Danantara menjadi instrumen investasi strategis yang kredibel, terkelola dengan baik, dan selaras dengan stabilitas makrofiskal jangka panjang.
Dalam laporannya, Fitch menilai Indonesia punya rekam jejak yang baik dalam menjaga stabilitas makroekonomi, inflasi terkendali, dan struktur utang publik yang relatif moderat.
Fitch memberikan penilaian positif tambahan pada aspek makroekonomi (Qualitative Overlay +1 notch), mencerminkan apresiasi atas kredibilitas kebijakan makroekonomi Indonesia dan ketahanan sektor keuangan yang mendukung pertumbuhan jangka menengah.
Prospek pertumbuhan Indonesia yang diperkirakan sekitar 5% pada 2026–2027 lebih tinggi daripada median negara BBB, dan rasio utang pemerintah yang diproyeksikan sekitar 41% terhadap PDB yang tetap sehat, turut andil dalam penilaian positif tersebut.
Meski demikian, Fitch meramalkan defisit fiskal pemerintah akan mencapai 2,9% dari PDB pada 2026. Tidak berubah dari defisit pada 2025 dan di atas target pemerintah pada 2026 yang sebesar 2,7%.
“Ini merefleksikan pandangan kami yang konservatif terhadap pemasukan dengan proyeksi pertumbuhan yang lambat dalam jangka menengah, imbas dari upaya meningkatkan kepatuhan pajak,” kata Fitch dalam penilaiannya.
Fitch mencatat bahwa outlook akan kembali ke stabil jika stabilitas makroekonomi terwujud melalui konsistensi disiplin kebijakan. Dengan fondasi ekonomi yang kuat, disiplin fiskal yang terjaga, dan reformasi struktural yang terus berlanjut, Indonesia tetap berada di jalur yang positif untuk memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi jangka menengah.

