BPS Sebut Sensus Ekonomi 2026 dapat Lacak Aktivitas Ekonomi Youtuber hingga Shadow Economy
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut terdapat beberapa pembaruan dalam Sensus Ekonomi 2026 dibanding kegiatan serupa 10 tahun lalu.
“Sekarang, untuk aktivitas online saja, perdagangan secara online itu kan banyak tidak kita lacak di kita. Ini nanti kita akan mencoba melacaknya,” kata Sekretaris Utama BPS, Zulkifli usai menggelar Kick Off Sensus Ekonomi 2026 di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Zulkifli mengatakan bahwa ada banyak kegiatan ekonomi digital yang akan dilacak. Beberapa di antaranya yaitu kegiatan membuat konten Youtube.
“Industri digital, youtuber, di rumah-rumah banyak aktivitasnya itu yang terhubung dengan aktivitas ekonomi. Itu pada 2016 yang lalu hampir tidak ada,” kata dia.
Menurut Zulkifli, perubahan yang terjadi di kegiatan ekonomi masyarakat penting untuk direkam. Sehingga dalam periode 10 tahun mendatang, pemerintah dapat mengantisipasi perubahan yang terjadi.
Baca Juga
Gelar Sensus Ekonomi 2026, BPS Targetkan 30 Juta Pelaku Usaha
Proses perekeman ini, kata Zulkifli, juga dapat memotret kegiatan ekonomi bawah tanah atau shadow economy.
“Dari sana (sensus) nanti baru dapat itu (shadow economy). Jadi dikumpulkan semua informasinya, dari hasil yang kita kumpulkan itu baru nanti bisa kita lihat posisi kita sekarang,” kata dia.
Untuk menjangkau pihak yang disensus, BPS akan bekerja sama dengan kementerian/lembaga (K/L) atau asosiasi untuk mengumpulkan pelaku usaha. Pendataan akan dilakukan dengan mengisi tautan yang dibagikan ke pelaku usaha.
“Ada juga kami kirim email nanti ke mereka untuk diisi. Jadi tidak harus petugas kami datang ke sana. Jadi nanti mereka akan dikumpulkan, jadi bisa mengisi dari apa yang sudah kami kirimkan,” ujar dia.
Pelaku usaha yang tidak sempat mengisi, petugas sensus akan mendatangi ke alamat pelaku usaha untuk melakukan pendataan.

