BI Targetkan 3.000 Orang Berpartisipasi dalam Pengembangan Digital Digdaya dan Hackathon
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bank Indonesia (BI) menargetkan sedikitnya 800 tim dengan 800 proposal dalam program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) terlibat dalam ajang Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (Digdaya) serta Hackathon 2026. Jumlah partisipan diperkirakan mencapai 2.500 hingga 3.000 orang, dan diharapkan melampaui capaian tahun sebelumnya.
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono, mengatakan bahwa pada penyelenggaraan tahun lalu, program ini berhasil menjaring sekitar 2.700 peserta dengan 756 proposal. Tahun ini, BI optimistis jumlah peserta akan meningkat seiring dengan cakupan kegiatan yang lebih luas dan tantangan yang semakin menarik bagi talenta digital muda.
“Dari pengalaman tahun lalu, kita bisa mendapatkan peserta 2.700 dari kurang lebih sekitar 756 proposal. Tahun ini akan naik karena memang scoop-nya dan mungkin dari rencana keseluruhan kegiatannya lebih menarik dan menantang untuk para talenta digital muda kita,” kata Dicki, usai pembukaan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) Digdaya x Hackathon 2026, di kantor BI, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Pendaftaran proposal dibuka mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026. Selanjutnya, pada April 2026, BI akan menyeleksi 800 proposal terbaik yang melibatkan sekitar 3.000 peserta. Program ini direncanakan menjadi agenda nasional melalui peluncuran resmi secara besar.
“Nah, ini kita akan lakukan grand launching, hopefully ini akan jadi program nasional,” ujar dia.
Baca Juga
Sinergi Regulator dan Industri, Infinity Hackathon 2025 Pacu Transformasi Ekonomi Kreatif Digital
Sementara itu Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan PIDI dirancang untuk mengakselerasi berbagai solusi digital yang siap diterapkan di industri, memperluas inklusi keuangan, dan memberi nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) yang selaras dengan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan talenta digital nasional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
“Transformasi digital tidak hanya membutuhkan kemajuan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengubah ide menjadi solusi nyata. Melalui PIDI, Bank Indonesia membangun ekosistem agar inovasi talenta muda mampu menjawab kebutuhan industri digital yang semakin kompleks, memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata Perry.
PIDI mempertemukan talenta, regulator, industri, dan investor dalam satu ekosistem kolaboratif. Digdaya merupakan jalur penguatan kapasitas melalui pelatihan terstruktur dan sertifikasi berjenjang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme talenta digital muda. Sementara itu, Hackathon berperan sebagai laboratorium inovasi nasional, ruang kolaborasi untuk menguji gagasan, membangun prototipe, dan memvalidasi solusi berbasis kebutuhan riil industri.
Melalui Digdaya dan Hackathon, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi mendapatkan pelatihan terstruktur, sertifikasi, mentoring profesional, hingga business matching dengan industri dan job fair.
Inisiasi PIDI yang mengusung tema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital". Tim yang dinyatakan lolos seleksi tahap awal akan mengikuti program pelatihan yang mencakup pendalaman berbasis kebutuhan riil industri untuk mematangkan ide inovasinya.
Pada tahap berikutnya, tim yang terpilih akan memvisualisasikan ide inovasinya dalam bentuk video proof of concept. Selanjutnya, tim dengan ide terbaik akan mengembangkan prototipe yang didampingi mentor dan dipertemukan dengan industri dan investor sebagai off-taker agar solusi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata dan scalable.

