PKB Dukung Langkah Purbaya Terapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara
JAKARTA, investortrust.id -- Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR mendukung langkah Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menerapkan kebijakan bea keluar (BK) untuk ekspor batu bara. Langkah tersebut dinilai sebagai terobosan berani untuk mengakhiri anomali penerimaan negara yang selama ini justru merugi akibat skema restitusi pajak di sektor pertambangan.
Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid menegaskan kebijakan bea keluar untuk ekspor batu bara merupakan wujud nyata dari kedaulatan ekonomi yang berpihak pada rakyat sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. Menurutnya, sudah saatnya negara mendapatkan kompensasi yang adil dari pengerukan kekayaan alam yang dilakukan oleh korporasi.
"Kebijakan bea keluar ini adalah langkah korektif untuk memastikan kekayaan alam kita benar-benar memberikan manfaat bagi publik, bukan hanya segelintir pengusaha," kata Jazilul dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga
Ungkap Alasan Bea Keluar Batu Bara, Purbaya Sebut Restitusi Pajak Bikin Penerimaan Negatif
Jazilul menyatakan, selama ini industri batu bara seringkali meninggalkan jejak kerusakan lingkungan yang biaya pemulihannya justru dibebankan kepada negara dan masyarakat. Dengan adanya tarif bea keluar, pemerintah dapat mengumpulkan dana cadangan untuk pembangunan dan perbaikan lingkungan.
"Situasi selama ini sangat timpang. Ekosistem industri batu bara hanya menguntungkan kelompok pengusaha, sementara dampak lingkungan dan sosialnya dirasakan langsung oleh rakyat kecil di sekitar tambang. Dengan adanya bea keluar ini, kita mengubah ekosistem industri agar lebih adil dan berorientasi pada kepentingan publik," ungkapnya.
Mantan Wakil Ketua MPR itu menuturkan, pemain besar di industri batu bara Indonesia telah menikmati keuntungan luar biasa (windfall profit) dalam beberapa tahun terakhir. Akumulasi laba bersih dari perusahaan-perusahaan batu bara raksasa di Indonesia jika ditotal menembus ratusan triliun rupiah per tahun saat harga komoditas melonjak.
"Bahkan banyak perusahaan tambang besar mencatatkan margin laba bersih yang sangat tinggi, jauh di atas industri manufaktur atau jasa lainnya," tuturnya.
Jazilul mengimbau para pengusaha batu bara agar bersikap kooperatif dan menerima kebijakan ini dengan jiwa besar. Ia mengingatkan keberlangsungan bisnis mereka juga bergantung pada stabilitas sosial dan ekonomi negara.
Baca Juga
Ekspor Batu Bara Kena Bea Keluar 1 Januari 2026, Siap-siap Efek Dominonya
Jazilul meminta para pengusaha kakap untuk tidak lagi melayangkan keberatan yang berlebihan terkait kebijakan tersebut. Hal ini karena keuntungan yang dinikmati korporssi selama ini sudah sangat besar.
"Berkontribusi sedikit lebih banyak melalui bea keluar tidak akan membuat perusahaan bangkrut, namun justru akan membantu memperkuat fondasi ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia," ungkapnya.

