Anggaran MBG Capai Rp 900 Miliar per Hari Mulai 2026, 85% untuk Pangan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengatakan mulai tahun depan akan melayani minimal 60 juta penerima manfaat dengan biaya operasional Rp 900 miliar per hari. Ini dengan catatan sebanyak 24.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbentuk hingga akhir 2025.
“Ini akan bertambah sampai Februari, kita harapkan akan bisa mencapai 82,9 juta,” kata Dadan, saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia, di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Baca Juga
Ratusan SPPG di Aceh, Sumut dan Padang Konversi MBG jadi Paket Bantuan Pangan bagi Pengungsi
Dadan menjelaskan bertambahnya penerima manfaat membuat biaya operasional BGN per hari mencapai Rp 900 miliar. Dari total anggaran ini, 85% akan digunakan untuk membeli bahan baku. “Bahan bakunya adalah 95% sampai 99% produk-produk pertanian,” ucap dia.
Sisanya, 10,5% dari total anggaran harian itu akan digunakan untuk membayar pekerja. Ini akan menjadi dorongan ekonomi yang besar untuk 2026. “Jadi, ketika kementerian lain nanti belum bisa menggunakan uang, BGN dipastikan sudah akan bisa mengirimkan uang ke setiap SPPG,” ujar dia.
Dadan mengemukakan, pada pekan ini pihaknya membuat perencanaan. Selain itu, BGN juga akan menjajal transfer melalui virtual rekening SPPG. Dia ingin memastikan setiap virtual rekening SPPG tidak memiliki saldo Rp 0. “Jadi nanti setiap SPPG yang uang operasionalnya akan kita isi Rp 500 juta. Jadi kalau berkurang Rp 300 juta, akan kembali ke Rp 500 juta,” ucap dia.
Baca Juga
PU Teken Kontrak Pembangunan 152 Gedung SPPG Senilai Rp 1,23 Triliun
Dengan begitu, Dadan berharap mitra SPPG tidak perlu melaporkan penggunaan uang tiap bulan. Sebab rekening virtual account SPPG akan terisi dengan otomatis.
Pagu anggaran untuk BGN sendiri sudah diputuskan sebesar Rp 268 triliun dengan dana cadangan sebesar Rp 67 triliun. Dengan begitu, anggaran BGN untuk 2026 yaitu Rp 335 triliun. “Oleh sebab itu, nanti ketika 82,9 juta sudah menerima manfaat, maka Rp 1,2 triliun akan di-spending oleh BGN tiap hari,” kata dia.

