Gubernur BI Luncurkan Pengembangan QRIS Tap dan Sandboxing dengan Korea Selatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meluncurkan sejumlah pengembangan dari Quick Response Indonesia Standard (QRIS). Sejak diluncurkan 17 Agustus 2019, QRIS telah menyelamatkan Indonesia dari Covid-19.
“Sekarang QRIS sudah hampir 60 juta pengguna, di antaranya 40 juta itu UMKM,” kata Perry saat membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital (Fekdi) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (ISFE), di JCC Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Pada gelaran ini, Perry meluncurkan pengembangan dari QRIS yaitu QRIS Tap In-Out. Pengembangan QRIS Tap In-Out diujicobakan ke lima moda transportasi di Jabodetabek di antaranya, MRT, KCI dan KRL, TransJakarta, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek.
“Kemudian juga inisiasi sandboxing QRIS cross border Indonesia-Korea Selatan,” ujar dia.
Perry menjelaskan ekonomi keuangan digital (EKD) telah menembus volume transaksi sebesar 37 miliar transaksi. Angka ini akan naik empat kali lipat menjadi 147,3 miliar transaksi pada 2030.
Baca Juga
BI Catat Transaksi QRIS Tumbuh 147,65% Secara Tahunan pada September 2025
Dengan besaran volume transaksi tersebut, transaksi melalui QRIS diproyeksikan akan menembus angka 30,7 miliar pada 2030.
Untuk itu, dalam menyambut peluang besar tersebut, BI telah meluncurkan blueprint sistem pembayaran Indonesia 2030. Visinya, menyatukan sistem pembayaran digital Indonesia.
“Fokus kita adalah, programnya, 4IRD yaitu memperkuat infrastruktur, konsolidasi industri, membangun invas, memperkuat kerja sama internasional, dan membangun rupiah digital,” kata dia.
Untuk mencapai target tersebut, BI akan membangun new-BI Fast bersama dengan industri. Konsep awal yang dikemukakan Perry yaitu, BI Fast yang terhubung dengan industri akan memiliki ekosistem real time gross settlement (BI-RTGS). Sistem ini penting untuk memproses transaksi bernilai di atas Rp 100 juta.
Selain itu, BI bersama dengan pelaku industri terus mengembangkan sistem pembayaran hingga ke pelosok daerah dan luar negeri. Selain Korea Selatan yang masih dalam proses sandboxing, sistem pembayaran lintas negara BI juga telah terhubung di Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan China.
“Dan (rencananya) terus kita sambungkan dengan India dan Saudi Arabia,” ujar dia.

