Mata Uang Asia Kompak Menguat, 'Good News' Buat Rupiah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Rupiah kembali menunjukkan penguatan pada Senin (29/9/2025). Berdasarkan data pasar spot yang dicatat Bloomberg pukul 09.17 WIB, nilai tukar rupiah menguat 78 poin atau terapresiasi 0,47% menjadi Rp 16.660 per dolar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan tren positif sejumlah mata uang Asia. Yuan China menguat 0,18%, yen Jepang 0,3%, dan won Korea Selatan 0,53%. Ringgit Malaysia menguat 0,23%, dolar Singapura 0,15%, baht Thailand 0,07%, dan peso Filipina 0,32%.
Pergerakan ini dipicu pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,17% menjadi 97,98.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, penguatan DXY yang terjadi beberapa pekan lalu dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar di luar negeri, termasuk keputusan Riksbank Swedia yang menurunkan suku bunga dan Swiss National Bank yang mempertahankan suku bunga di 0%. Namun, penguatan tersebut terbatas akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi penutupan pemerintah AS dan pengumuman tarif baru.
Baca Juga
Andry menambahkan, indikator inti pengeluaran konsumsi pribadi di AS – yang menjadi acuan Federal Reserve (The Fed) – naik 0,2% secara bulanan dan tetap 2,9% secara tahunan. Data ini mengindikasikan inflasi yang masih berada di atas target.
“Pengeluaran yang solid mendukung momentum pertumbuhan, tetapi risiko tetap ada dari pendinginan pasar tenaga kerja. Tekanan inflasi bisa meningkat saat tarif Trump mulai berdampak pada rantai pasokan, memaksa perusahaan untuk meneruskan kenaikan biaya,” ujar Andry, Senin (29/9/2025).
Meskipun Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan pihaknya waspada terhadap kenaikan pengangguran, bank sentral AS tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut.
Di dalam negeri, sumber Investortrust.id menyebut penerapan suku bunga deposito valuta asing sebesar 4% pada pekan lalu sempat menambah tekanan pada rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan menemui Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk membicarakan kebijakan tersebut.
Baca Juga
Purbaya menegaskan kebijakan itu tidak berada dalam ranah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan meyakini klarifikasi yang diberikan akan menenangkan pasar sehingga rupiah kembali bergerak sesuai fundamental.
Melihat kondisi eksternal dan kebijakan domestik, rupiah diproyeksikan tetap menguat dengan kisaran pergerakan hari ini di 16.668–16.765 per dolar AS.

