Rupiah Keteteran karena Dolar AS Teris Melaju, Apa yang Bikin Kurs Tembus Rp 16.459?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup tertekan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (31/7/2025) hari ini. Data Jisdor Bank Indonesia (BI) anjlok 72 poin (0,43%) ke level Rp 16.459 per dolar AS.
Pada pasar spot, dilansir Bloomberg, kurs rupiah melemah 51 poin (0,31%) ke level Rp 16.456 per dolar AS.
Baca Juga
Jisdor Catat Kurs Rupiah Melemah Imbas Menguatnya Dolar AS Jelang Deadline Tarif Trump
Menurut pengamat pasar uang Sutopo Widodo, level ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih sangat kuat. Ia menjelaskan, indeks dolar AS (DXY) tetap berada di level tertinggi dalam 2 bulan terakhir.
"Sikap hawkish The Fed dan data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan terus menopang nilai dolar," kata dia kepada Investortrust, Kamis (31/7/2025).
Dia mengungkap keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga (dovish), sementara The Fed menahan di level tinggi (hawkish) menciptakan gap yang lebar. “Ini membuat rupiah kurang menarik bagi investor global,” kata Sutopo.
Baca Juga
Hujan Sentimen di AS, Bikin Kurs Rupiah Tertekan dari Dolar Awali Pekan
Presiden Komisaris HFX International Berjangka itu menganalisis, saat ini pasar masih mencerna sinyal The Fed bahwa penurunan suku bunga tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih aman dan menguntungkan, yaitu dolar AS.
Melihat angka penutupan ini, ia meyakini pasar masih didominasi sentimen yang mendukung dolar AS. Meski BI berkomitmen melakukan intervensi, Sutopo menilai tekanan eksternal dari kebijakan The Fed yang ketat masih menjadi tantangan besar.
“Jika sentimen pasar tidak berubah dan The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi, ada kemungkinan rupiah akan terus menguji level tersebut dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.

