Dolar AS Melemah tetapi Rupiah Malah Tertekan, Ini Fakta Menariknya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau DXY bergerak melemah mengawali pekan ini pada perdagangan Senin (30/6/2025). Data Bloomberg hingga pukul 10.45 WIB menunjukkan indeks dolar bergerak melemah 0,20% ke level 97,2.
Meski DXY melemah, nilai tukar (kurs) rupiah justru tertekan terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 10.45 WIB, kurs rupiah bergerak melemah 37 poin (0,23%) ke level Rp 16.231 per dolar AS. Adapun yield US Treasury 10 tahun naik 3,52 bps menjadi 4,28% (-29,2 bps ytd).
Baca Juga
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.292 karena Gencatan Senjata Israel-Iran dan Sinyal The Fed
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, reli dolar ini didorong keputusan pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mengurangi tarif timbal balik yang besar, di samping optimisme investor atas kemajuan negosiasi perdagangan menjelang tenggat waktu utama.
Perhatian sekarang beralih ke Senat, saat para anggota parlemen sedang memperdebatkan "RUU besar yang indah" dari Presiden Donald Trump, yang mengusulkan peningkatan pengeluaran substansial dan pemotongan pajak.
"Minggu ini, pasar juga akan fokus pada Forum Bank Sentral Eropa (ECB), saat para pembuat kebijakan, termasuk Ketua Fed Jerome Powell, diharapkan memberikan wawasan prospek ekonomi dan moneter," tulis Andry dalam laporannya, Senin (30/6/2025).
Baca Juga
Sementara itu, Gubernur The Fed Jerome Powell menyampaikan nada yang sangat dovish saat kesaksian kongres baru-baru ini. Hal ini menunjukkan bahwa jika tidak ada tekanan inflasi dari tarif, The Fed akan melanjutkan siklus pemotongan suku bunga.
Laporan juga menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin akan mengumumkan pilihannya untuk Ketua Fed berikutnya paling cepat pada September atau Oktober. "Hal ini berpotensi menciptakan struktur kepemimpinan bayangan yang dapat mengarahkan kebijakan moneter ke arah yang lebih dovish," tuturnya.

