Bagikan

Indeks Dolar Melemah, Rupiah Cetak Rekor Terendah Rp 16.869/USD

JAKARTA, investortrust.id - Meski indeks dolar Amerika Serikat melemah, namun kurs rupiah kembali mencetak rekor terendah sepanjang sejarah Rp 16.869 per dolar AS pada perdagangan valas di pasar spot Rabu (23/04/2025) pagi. Anjloknya mata uang Garuda ini terjadi di tengah berlangsungnya rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan berakhir Rabu siang.

Berdasarkan data TradingView, nilai tukar rupiah langsung melemah sebesar 20 poin atau 0,12% pada pukul 09.08 WIB ke level Rp 16.869 per dolar AS. Secara year to date, mata uang Garuda sudah terdepresiasi 4,46%.

"Untuk perdagangan Rabu, kurs mata uang rupiah diperkirakan fluktuatif. Rupiah kemungkinan ditutup melemah di rentang Rp 16.840-16.900 per dolar AS," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, dikutip Rabu (23/04/2025).


Sedangkan pengamat pasar modal Reza Priyambada mengatakan, Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan mengganti Chairman The Fed Jerome Powell. Pejabat AS juga mengupayakan deeskalasi perang dagang dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia, Cina. 

"Jadi, ada juga penurunan tensi perang dagang US-China," katanya di Jakarta, Rabu (23/04/2025).

Baca Juga

Sempat Tembus Rekor $3.500, Harga Emas Berbalik Turun karena Ini



Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) ini juga membeberkan perkembangan di terbaru di pasar saham global. Indeks utama bursa AS ditutup menguat pada Selasa waktu setempat atau dini hari tadi waktu Indonesia.

Baca Juga

Batalnya Investasi LG, Gegara Pasar atau Regulasi Domestik?

DXY Terus Melemah
Berdasarkan data TradingView, US Dollar Index melemah pada Rabu pukul 08.15 WIB. DXY ini melemah 0,41 poin atau 0,41% ke level 99,23.

DXY sudah terpangkas 8,56% secara year to date, lantaran perang dagang yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump menimbulkan ketidakpastian. Kebijakan Trump di periode kepresidenannya yang kedua ini juga berdampak negatif terhadap ekonomi terbesar dunia itu.


Sebuah poster besar terpampang menunjukkan karikatur Presiden AS Donald Trump disertai kecaman terhadap dirinya. Ribuan pengunjuk rasa melakukan demonstrasi serentak di 50 negara bagian di AS, Sabtu (05/04/2025). Foto: X/Twitter Cyrus @Cyrus_In_The_X.



Sementara itu, rupiah menguat terhadap hard currency lain seperti yen dan euro Rabu pagi. Kurs rupiah terapresiasi sebesar 0,21 poin atau 0,18% pada pukul 09.04 WIB, ke level Rp 118,81 per yen. Namun secara year to date, mata uang Garuda masih terdepresiasi 15,41%.
 

Kurs rupiah juga terapresiasi sebesar 24 poin atau 0,12% pada pukul 09.07 WIB ke level Rp 19.213 per euro. Namun secara ytd, mata uang Garuda masih terdepresiasi 14,44%.


Trump Tekan The Fed Turunkan Bunga

Sebelumnya, Trump pada hari Senin menegaskan kembali seruannya kepada The Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya, dengan mengatakan ekonomi Negeri Paman Sam dapat melambat jika Bank Sentral tidak segera memangkas suku bunga. Sementara Minggu lalu, Powell menegaskan bahwa Bank Sentral tidak cenderung memangkas suku bunga dalam waktu dekat, dengan alasan kemungkinan tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan Trump menaikkan tarif impor tertinggi sepanjang sejarah. 

Perkembangan ini telah memicu kekhawatiran tentang independensi The Fed. "Hal ini mengirimkan riak ke pasar keuangan. Selain itu, Tiongkok mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara lain yang mempertimbangkan perjanjian perdagangan baru dengan AS, yang dapat merugikan kepentingan Cina," tandas Ibrahim. 


Kementerian Perdagangan Tiongkok menuduh Washington menggunakan tarif dan sanksi moneter untuk memaksa negara-negara lain membatasi perdagangan mereka dengan Tiongkok. Beijing menekankan bahwa perjanjian semacam itu merugikan kepentingannya dan akan mendorong pemerintahan Presiden Xi Jinping melakukan tindakan balasan.


Peringatan ini muncul di tengah tingginya ketegangan dalam konflik perdagangan Tiongkok-AS yang sedang berlangsung. Hai ini telah menyebabkan AS mengenakan tarif hingga 145% pada barang-barang Tiongkok, yang menyebabkan Tiongkok mengenakan bea masuk balasan 125% atas produk Amerika.


Jerome Powell saat dilantik untuk masa jabatannya yang kedua sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) oleh Lael Brainard pada Mei 2022. Foto: Federal Reserve.


Baca Juga

Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Bagi Dividen Rp 450 Miliar, Kembangkan Hilirisasi



Ketidakpastian Ekspor
Dari dalam negeri dikabarkan, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus US$ 4,33 miliar pada Maret 2025, naik dibanding bulan sebelumnya. Kendati demikian, para ekonom memproyeksikan surplus dagang tersebut akan menyusut secara bertahap pada tahun ini karena dampak lonjakan tarif impor yang ditetapkan Trump. 


"Neraca perdagangan Indonesia ke depan masih diliputi ketidakpastian, terutama akibat meningkatnya risiko pelemahan permintaan ekspor dan pergeseran permintaan domestik. Ini lantaran terjadi eskalasi perang dagang akibat penerapan tarif resiprositas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada para mitra dagangnya termasuk Indonesia," ujar Ibrahim. 


Tarif Trump tersebut dapat menyebabkan pelemahan permintaan dari mitra dagang utama Indonesia Cina, AS, Jepang, dan Uni Eropa, sehingga menurunkan volume maupun nilai ekspor. Ini khususnya di sektor manufaktur dan yang berbasis sumber daya alam. 

Selain itu, fluktuasi harga energi dan mineral global dapat menekan ekspor Indonesia. Hal ini dapat memangkas ekspor RI, mengingat sumbangannya signifikan terhadap kinerja ekspor nasional.


"Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan surplus perdagangan US$ 4,33 miliar pada Maret 2025, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Pada Februari 2025, surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$ 3,12 miliar. Indonesia mencatatkan surplus 59 bulan beruntun sejak Mei 2020. Sementara itu, secara kumulatif, surplus neraca perdagangan selama Januari hingga Maret 2025 mencapai US$ 10,92 miliar," papar Ibrahim. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024