Prabowo Bertekad Pangkas Birokrasi dan Regulasi yang Berbelit
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto bertekad memangkas birokrasi dan regulasi yang berbelit. Hal itu disampaikan Prabowo seusai meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kamis (20/3/2025).
"Kita sedang berjuang terus untuk mengurangi birokrasi, mengurangi regulasi yang berbelit-belit," kata Prabowo.
Baca Juga
Kepala Negara menegaskan keinginannya menciptakan ekonomi yang efisien. Dengan demikian, daya saing Indonesia akan meningkatkan yang pada akhirnya dapat menyejahterakan masyarakat.
"Kita ingin ekonomi efisien, efisien, efisien. Dengan efisiensi kita bisa bersaing, kompetitif, dan kita semakin cepat nanti menuju negara yang sejahtera," katanya.
Prabowo dalam kesempatan ini bersyukur dengan diresmikannya KEK Batang. Di KEK sudah ada sekitar 20 perusahaan yang akan beroperasi.
"Kita lihat semakin hari semakin terwujud rencana-rencana besar. Tadi sudah 20 perusahaan sudah di sini, tujuh yang sudah beroperasi, tujuh sudah konstruksi, dan 13 sedang dalam perencanaan," katanya.
Dikatakan, KEK ini merupakan satu dari puluhan KEK yang rencananya akan dibangun. Prabowo menargetkan ada KEK di tiap provinsi di Indonesia.
"Mungkin idealnya satu KEK di tiap provinsi. Jadi ujungnya kita harus punya 38 KEK itu yang kita ingin kita ke arah sana," katanya.
Baca Juga
Tingkatkan Daya Saing Industri Padat Karya, Prabowo Instruksikan Deregulasi Besar-besaran
Sebelumnya, Prabowo menginstruksikan deregulasi secara besar-besaran. Instruksi ini untuk meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat investasi di sektor tekstil, produk tekstil, sepatu, dan sektor padat karya lainnya.
Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat bersama jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (19/3/2025).

