IHSG 'Crash' Selasa, Sri Mulyani Singgung BUMN Perlu Dikelola Profesional dan Transparan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjaga pengelolaan aset secara baik. Hal itu disampaikan Menkeu saat konferensi pers hasil lelang surat utang negara (SUN), yang digelar di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan di Jakarta.
Pesan yang disampaikan Sri Mulyani ini untuk merespons pergerakan saham perusahaan-perusahaan pelat merah di tengah merosotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Selasa (18/3/2025).
Baca Juga
Saat IHSG Anjlok, Pemodal Perlu Cermat Berinvestasi hingga Mulai Rambah Hobi Menguntungkan
“Kami menyampaikan pesan kepada BUMN dan nanti juga Danantara yang akan mengelola BUMN, bahwa kepastian pengelolaan BUMN (harus) secara profesional, transparan,” kata Sri Mulyani, dikutip Rabu (19/3/2025).
Pengelolaan BUMN dan Danantara yang profesional menjadi permintaan Presiden Prabowo Subianto. Dia berharap, pesan itu dapat dipahami manajemen BUMN. “Manajemen dari BUMN-BUMN tersebut bertanggung jawab untuk bisa menjelaskan kepada masyarakat,” kata dia.
Dengan memegang profesionalitas dan transparansi, Sri Mulyani percaya, masyarakat memiliki tingkat kepercayaan terhadap perusahana tersebut.
IHSG ditutup melemah 139,26 poin (2,14%) menjadi 6.380,4 pada Selasa. Meski demikian, sebelum penutupan, terjadi penurunan 7% pada sesi I perdagangan awal hingga Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan melakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt.
Baca Juga
Dalam pantauan investortrust.id, anjloknya IHSG terjadi karena saham big cap, di antaranya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Selain itu penurunan juga disumbang emiten dari Happy Hapsoro, yaitu PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
Menurut Sri Mulyani, penurunan saham perusahaan swasta ini murni karena perseoran tersebut. “Namun, saya tegaskan bahwa fondasi perusahaan-perusahaan yang go public harus terus di-update kepada market, sehingga market memiliki assessment terhadap valuasi yang fair dan baik,” kata dia.
Berbicara mengenai sentimen pasar, Sri Mulyani membantah kabar pengunduran dirinya dari jabatan menteri keuangan. Dia menegaskan, akan mengelola APBN bersama-sama tim Kemenkeu. “Saya tegaskan, saya ada di sini, berdiri dan tidak mundur,” kata dia.

