Terendah Sejak Januari 2022, Nilai Ekspor Batu Bara Tertekan Imbas Harga Internasional
JAKARTA, investortrust.id - Kinerja ekspor batu bara Indonesia menghadapi tekanan akibat penurunan harga di tingkat internasional. Harga batu bara yang anjlok menjadi US$ 67,69 per ton pada Februari 2025 dari US$ 71,3 per ton pada Januari 2025 mengakibatkan nilai ekspor komoditas unggulan ini terperosok.
“Harga batu bara di tingkat internasional menyentuh level terendah sejak Mei 2021. Inilah yang menyebabkan kontribusi penurunan nilai ekspor batu bara,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, di kantornya, Jakarta, Senin (17/3/2025).
Baca Juga
Bernilai US$ 57 Juta, ABM Investama (ABMM) Akuisisi Tambang Batu Bara dari United Tractors (UNTR)
Dengan penurunan ini, nilai ekspor batu bara turun 3,79% secara bulanan dan 19,73% secara tahunan. “Nilai ekspor batu bara Februari 2025 sebesar US$ 2,08 miliar. Ini terendah sejak Januari 2022,” ujar dia.
Pada Januari 2022 atau 36 bulan lalu, nilai ekspor batu bara Indonesia tercatat sebesar US$ 1,7 miliar.
Meski harga turun, volume ekspor batu bara Februari 2025 naik 1,34% secara bulanan mencapai 30,82 juta ton dari Januari 2025 sebesar 30,41 juta ton. Sementara itu, secara tahunan, ekspor batu bara pada Februari 2024 sebesar US$ 2,8 miliar.
Dua komoditas unggulan
BPS mencatat, dua komoditas unggulan ekspor Indonesia masih mencatat kenaikan secara tahunan. Nilai ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya pada Februari 2025 naik 89,54% secara tahunan menyentuh US$ 2,27 miliar. Kondisi ini karena kenaikan volume CPO dan turunannya di pasar internasional.
Volume ekspor CPO pada Februari 2025 naik menjadi 2,06 juta ton. Namun, harga CPO dan turunannya ambles menjadi US$ 1.101,32 per ton pada Februari 2025.
Baca Juga
PTBA Cetak Rekor Tertinggi Volume Penjualan Batu Bara 2024, Kontribusi Ekspor Memebesar
Selain CPO, komoditas yang mengalami kenaikan ekspor secara tahunan, yaitu besi dan baja. Meski harga di tingkat internasional turun menjadi US$ 1.178,89 per ton diikuti turunnya volume menjadi 1,69 juta ton, nilai ekspor keseluruhan besi dan baja lebih tinggi daripada Februari 2024.
Pada Februari 2025, ekspor besi dan baja mencatatkan US$ 1,99 miliar. Adapun pada bulan yang sama 2024, ekspor besi dan baja mencatatkan US$ 1,67 miliar.

