Bos The Fed Menyatakan Ini, Rupiah Dibuka Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah dibuka menguat dalam perdagangan valas Rabu (12/02/2025) pagi, di tengah pernyataan terbaru Bos Bank Sentral Amerika Serikat Jerome Powell yang tidak terburu-buru menurunkan suku bunga. Yahoo Finance merilis, kurs rupiah bergerak menguat 20 poin (0,12%) ke level Rp 16.349 per dolar AS.
"Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali sikap hati-hatinya di hadapan Komite Perbankan Senat AS. Ia menyatakan bahwa The Fed tidak memiliki rencana segera untuk memangkas suku bunga lebih lanjut, dengan alasan ekonomi yang tangguh dan inflasi yang terus-menerus tetap berada di atas targetnya 2%," kata Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan di Jakarta, Rabu (12/02/2025) pagi.
Ke depan, ia memperkirakan investor fokus pada rilis laporan Consumer Price Index (CPI) AS Januari. Selain itu, kesaksian Powell di hadapan DPR negeri dengan perekonomian terbesar di dunia itu.
Imbal US Treasury Note Bangkit
Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun tercatat memperpanjang kenaikannya, mendekati 4,55%. Yield bangkit dari level terendah tujuh minggu sebesar 4,4% yang dicapai pada tanggal 5 Februari, setelah Ketua The Fed Powell menegaskan kembali bahwa Federal Reserve tidak terburu-buru untuk terus menurunkan suku bunga.
"Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat, Ketua The Fed mencatat bahwa ekonomi AS tetap kuat dan pasar tenaga kerja tetap kokoh pada level historis, dengan bank sentral masih memiliki keleluasaan untuk terus menyesuaikan kebijakan terhadap risiko inflasi. Wawasan baru tentang pertumbuhan harga akan dirilis besok dengan laporan utama CPI, yang diharapkan menunjukkan bahwa inflasi utama dan inti tetap relatif tidak berubah," ujar Andry.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memberlakukan kebijakan baru tarif impor 25% pada aluminium dan baja yang akan dimulai bulan depan. Ini menambah kekhawatiran yang masih ada tentang biaya input yang lebih tinggi bagi produsen.

