Ekonomi Kerakyatan Jangan Sebatas Dimaknai Usaha Mikro dan Pedagang Kaki Lima
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai, ekonomi kerakyatan jangan sebatas dimaknai sebagai usaha mikro dan pedagang kaki lima (PKL).
"Hakikat ekonomi kerakyatan adalah bagaimana memastikan rakyat terbawa dalam proses ekonomi di dunia usaha dan industri di Indonesia, sehingga rakyat ikut menikmati kue ekonomi," kata LaNyalla saat menghadiri acara Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-VIII 2025 Kadin Jatim di Hotel Shangri-La, Surabaya seperti dikutip dalam keterangannya, Selasa (11/2/2205).
Baca Juga
Anggaran Kementerian PKP Terpangkas, Kadin Siap Genjot Program 3 Juta Rumah
LaNyalla berpesan, agar kerja organisasi Kadin Indonesia maupun Kadin Jawa Timur mampu memberikan kontribusi nyata kepada rakyat Indonesia untuk ikut merasakan kue ekonomi dalam dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Menurutnya, hal tersebut bukan tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tugas moral pengusaha Kadin untuk memastikan agar masyarakat merasakan kue pembangunan.
LaNyalla bersyukur lantaran keluarga besar Kadin Indonesia sudah kembali utuh di bawah kepemimpinan Anindya Novyan Bakrie. Ia berharap, Kadin Indonesia segera mengarahkan fokus untuk bersama-sama dengan pemerintah menjadi penggerak roda ekonomi nasional.
Baca Juga
UE Ajak Kadin Kembangkan Teknologi Digital dan Pendidikan Vokasi di Indonesia
LaNyalla mengatakan, semua pihak, termasuk Kadin memberi harapan besar kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang bertekad memperkuat kedaulatan bangsa dan kepentingan nasional, terutama di sektor energi dan pangan. (C-14)

