Inilah Daftar 16 Item Belanja K/L yang Akan Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai efisiensi belanja kementerian/lembaga (K/L) dalam pelaksanaan APBN 2025. Ada 16 item kegiatan yang bakal diefisienkan alias dipangkas anggarannya.
SE efisiensi belanja K/L tersebut merupakan perpanjangan dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD 2025. Dalam surat tertanggal 24 Januari 2025 itu, Sri Mulyani meminta menteri atau pimpinan lembaga untuk melakukan kaji ulang tugas, fungsi, dan kewenangan untuk efisiensi anggaran K/L pada APBN 2025.
“Efisiensi atas anggaran belanja seluruh K/L Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 256,1 triliun dengan rincian per K/L,” tulis surat tersebut, dikutip Selasa (28/1/2025).
Mekanisme efisiensi belanja tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi belanja operasional dan non operasional. Beberapa item belanja tercantum pada lampiran terpisah dari surat tersebut.
Dari dokumen yang diperoleh investortrust.id, terdapat setidaknya 16 item belanja yang dapat diefisiensi. Identifikasi ini tidak termasuk belanja pegawai dan bantuan sosial.
1. Alat tulis kantor memiliki persentase efisiensi mencapai 90%
2. Kegiatan seremonial memiliki efisiensi mencapai 56,9%
3. Rapat, seminar, dan sejenisnya memiliki efisiensi mencapai 45%
4. Kajian dan analisis memiliki efisiensi mencapai 51,5%.
5. Diklat dan bimbingan teknis memiliki efisiensi mencapai 29%
6. Honor output kegiatan dan jasa profesi memiliki efisiensi mencapai 40%
7. Percetakan dan suvenir memiliki efisiensi mencapai 75,9%
8. Sewa gedung, kendaraan, dan peralatan memiliki efisiensi mencapai 73,3%
9. Lisensi aplikasi memiliki efisiensi mencapai 21,6%
10. Jasa konsultan memiliki efisiensi mencapai 45,7%
11. Bantuan pemerintah memiliki efisiensi mencapai 16,7%
12. Pemeliharaan dan perawatan memiliki efisiensi mencapai 10,2%
13. Perjalanan dinas memiliki efisiensi mencapai 53,9%
14. Peralatan dan mesin memiliki efisiensi mencapai 28%
15. Infrastruktur memiliki efisiensi mencapai 34,3%
16. Belanja lainnya memiliki efisiensi mencapai 59,1%
Baca Juga
Menkeu: Efisiensi Anggaran untuk Makan Bergizi Gratis dan Swasembada
Efisiensi item belanja yang diefisiensi tersebut diprioritaskan selain dari beberapa anggaran, di antaranya, anggaran yang berasal dari pinjaman dan hibah, rupiah murni pendamping yang tidak dapat dilaksanakan sampai akhir tahun anggaran 2025, anggaran yang bersumber dari penerimaan negara bukan pajak badan layanan umum (PNBP-BLU), kecuali yang disetor ke kas negara pada tahun anggaran 2025, dan anggaran yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan menjadi underlying asset dalam rangka penerbitan SBSN.
Setelah proses identifikasi, menteri atau pimpinan lembaga diminta untuk berkoordinasi dengan mitra di komisi terkait di DPR. Ini dalam rangka untuk mendapatkan persetujuan.
“Usulan revisi berupa pembintangan anggaran sesuai besaran efisiensi dalam lampiran dan telah mendapat persetujuan mitra komisi DPR disampaikan kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Anggaran paling lambat tanggal 14 Februari 2025,” tulis surat tersebut.
Dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Sri Mulyani menegaskan alasan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan efisiensi anggaran APBN dan APBN yaitu untuk membiayai program yang langsung dirasakan masyarakat.
“Anggaran akan ditujukan untuk langkah-langkah yang dirasakan masyarakat langsung. Seperti MBG tetapi juga swasembada pangan, energi, dan perbaikan kesehatan, serta langkah-langkah untuk menaikkan kualitas sumber daya masyarakat,” kata Sri Mulyani saat rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I 2025, di kantornya, Jakarta, Jumat (24/1/2025).
Keputusan ini muncul karena Prabowo melihat secara detail dokumen anggaran yang sudah dan akan dilaksanakan K/L pada 31 Desember 2024. Dari situ, Prabowo melihat ada sejumlah pos yang bisa dipangkas karena tidak langsung berdampak ke masyarakat.
“Presiden selama ini menyampaikan indikasi agar APBN perlu untuk dalam pelaksanaan dari sisi efisiensi dan ketepatan sasaran,” ujar dia.

