Penetapan Formulasi Subsidi BBM Mundur, Bahlil: Pak Presiden Belum di Jakarta
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum bisa menentukan formulasi apa yang bakal digunakan agar penyaluran subsidi energi, utamanya bahan bakar minyak (BBM) bisa tepat sasaran.
Sebelum ini, tepatnya pada Senin (4/11/2024), Bahlil menyebut bahwa penentuan formulasi subsidi BBM bakal selesai dalam waktu sepekan. Namun, karena Presiden Prabowo Subianto masih melakukan kunjungan ke luar negeri, maka pemerintah belum bisa membuat keputusan.
“Kalau Pak Presidennya belum ada di Jakarta, masak saya mau lapor? Ya namanya kan pimpinan kita kan banyak tugas,” kata Bahlil saat ditemui di Kompleks Gedung Parlemen DPR/MPR, Rabu (13/11/2024).
Bahlil sendiri telah ditunjuk langsung oleh Prabowo untuk menjadi ketua tim yang menangani kebijakan subsidi energi. Dia menyampaikan, dalam rapat kerja yang telah dilakukan, pihaknya mengkaji ada tiga opsi yang menjadi pertimbangan dalam penyaluran subsidi BBM ini.
Baca Juga
Menteri Bahlil Siapkan 3 Formulasi Subsidi BBM Tepat Sasaran, Apa Saja?
“Ada tiga opsi. Sampai sekarang belum final opsi mana yang bakal dipakai. Tapi intinya adalah kita subsidi ini harus dialihkan tepat sasaran. Itu sebenarnya substansinya. Semua alternatif kita lagi buat. Nanti kami akan umumkan setelah kami mendapat persetujuan dari pimpinan,” ujar dia.
Bahlil menyebutkan, formulasi yang pertama adalah mengubah subsidi BBM yang selama ini berbasis produk menjadi subsidi langsung atau bantuan langsung tunai (BLT). Namun, jika formulasi ini diterapkan, maka transportasi umum yang selama ini dapat subsidi bakal gak dapat.
"Alternatif kedua adalah, yang semuanya fasilitas umum, tetap dia subsidi-nya berbentuk barang. Selebihnya kita pakai BLT. Ini untuk bisa menahan inflasi," ucap mantan Menteri Investasi itu.
Sementara itu, alternatif ketiga adalah pihaknya sedang memformulasikan supaya sebagian barang yang disubsidi bisa dinaikkan angkanya. Namun, Bahlil belum menjelaskan secara detail maksud dari formulasi ketiga ini.

