Menhub Dudy Bidik Realisasi PNBP Capai Rp 11,4 Triliun Hingga Akhir Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menargetkan, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencapai Rp 11,449 triliun hingga akhir tahun 2024.
“Realisasi PNBP pada Kementerian Perhubungan optimis dapat tercapai sampai dengan akhir tahun 2024 dengan prognosa sebesar Rp 11,4 triliun atau 109,9% dari target yang telah ditetapkan,” kata Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Adapun kontribusi terbesar dalam realisasi PNBP Kemenhub adalah sektor perhubungan laut yakni senilai Rp 5,068 triliun hingga 1 November 2024.
“Realisasi PNBP terbesar dari jasa layanan pada direktorat jenderal perhubungan laut yang posisi saat ini telah terealisasi sebesar Rp5,06 triliun atau sebesar 104,84%,” tambah Dudy.
Sedangkan realisasi PNBP per unit eselon I Kemenhub lainnya adalah sebagai berikut:
- Direktorat Jenderal Perhubungan Darat: Rp 1,12 triliun dari target realisasi sampai akhir tahun sebesar Rp 1,49 triliun;
- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara: Rp 1,43 triliun dari target realisasi sampai akhir tahun sebesar Rp 1,48 triliun;
- Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA): Rp 1,14 triliun dari target realisasi sampai akhir tahun sebesar Rp 1,26 triliun;
- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ): Rp 16,3 miliar dari target realisasi sampai akhir tahun sebesar Rp 10,16 miliar;
- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM): Rp 1,38 triliun dari target realisasi sampai akhir tahun sebesar Rp 1,32 triliun; dan
- Sekretariat Jenderal: Rp 3,61 miliar dari target realisasi sampai akhir tahun sebesar Rp 4,27 miliar.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menhub Dudy telah menyampaikan capaian realisasi pagu anggaran Kemenhub tahun 2024 mencapai Rp 28,01 triliun hingga 1 November 2024.
“Capaian realisasi anggaran Kementerian Perhubungan tahun 2024 per 1 November 2024 adalah sebesar Rp 28,01 triliun atau mencapai 61,67%. Realisasi berdasarkan sumber dana rupiah murni sebesar Rp 67,30%, PNBP (penerimaan negara bukan pajak) sebesar 59,20%, SBSN (surat berharga syariah negara) sebesar 44,30%, BLU (badan layanan umum) sebesar 70%, dan PHLN (pinjaman hibah luar negeri) sebesar 74,59%,” kata Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Perlu diketahui, dalam paparan Menhub Dudy, pihaknya mematok target realisasi pagu sebesar Rp 45,42 triliun hingga 31 Oktober 2024 sebesar Rp 32,39 triliun. Sedangkan, Kemenhub hanya mampu merealisasikannya sekitar Rp 28,01 triliun.
Adapun rincian dari realisasi per jenis belanja sebagai berikut:
- Belanja Pegawai: Rp 3,98 triliun atau 88,07% dari alokasi pagu sebesar Rp 4,25 triliun;
- Belanja Barang: Rp 11,93 triliun atau 62,41% dari alokasi pagu sebesar Rp 19,12 triliun; dan
- Belanja Pegawai: Rp 12,1 triliun atau 55,55% dari alokasi pagu sebesar Rp 21,79 triliun.
“Sedangkan realisasi berdasarkan jenis belanja untuk belanja pegawai sebesar 88,07%, belanja barang 62,41%, dan belanja modal sebesar 55,55%,” papar Dudy.

