Suku Bunga Acuan AS dan RI Turun, Ekonom Mandiri: Peluang untuk Penggiat Investasi
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebut penurunan suku bunga acuan Bank Sentral AS dan BI Rate, dapat dimanfaatkan oleh para penggiat investasi untuk mendapatkan keuntungan atau return.
“Jadi buat teman-teman penggiat investasi, ruang untuk mendapatkan capital gain atau peluang untuk memperoleh pendapatan, return investment yang lebih baik,” kata Andry, dikutip dari Youtube Bank Indonesia (BI), Jakarta, Minggu (6/10/2024).
Dengan terjadinya penurunan suku bunga acuan, baik di AS dan domestik, Andry mengatakan ada ruang kenaikan portofolio investasi. Kenaikan ini, ujar dia, terjadi baik dari sisi harga obligasi maupun ekuitas.
“Karena kalau bicara inflasi relatif stabil, suku bunga turun, biasanya imbal hasil obligasi itu ikut turun,” ucap dia.
Baca Juga
BI Pertimbangkan Penurunan BI Rate, Pantau Kebijakan Moneter AS dan China
Dia menyontohkan, imbal hasil obligasi yang turun membuat harganya bergerak naik. “Kalau kita beli, saat kita beli kemarin yield di 7% di awal tahun, sekarang yield kembali ke 6,4% atau bahkan 6% ke depan, Surat Berharga Negara (SBN), artinya harga yang kita beli didiskon akan jadi premium, jadi ada keuntungannya dari situ,” kata dia.
Keuntungan kedua, kata Andry, berasal dari pasar saham. Dia mengatakan penurunan suku bunga acuan memberi efek adanya pergerakan transaksi di dunia usaha. Dia menjelaskan dunia usaha dapat berjalan karena turunnya biaya peminjaman modal. Inilah yang membuat perekonomian tumbuh.
“Ketika perekonomian tumbuh, return, atau pendapatan dari pelaku usaha juga meningkat apalagi pelaku usaha yang listed atau terdaftar di dalam bursa,” ujar dia.
Andry menyebut pemangkasan BI Rate akan berdampak ke beberapa emiten, misalnya emiten di sektor makanan dan minuman dan perbankan.
Baca Juga
Bahana TCW Sarankan Strategi Investasi Ini Pasca Penurunan Suku Bunga Acuan
Andry mengatakan penurunan suku bunga ini dapat bermanfaat bagi generasi Z untuk berinvestasi. Menurut dia, generasi Z bisa mulai membeli portofolio yang berpotensi mendapat return tinggi.
“Bisa beli SBN pemerintah kemudian di saham, investasi ke saham-saham yang secara fundamental bagus, beli sekarang, kan teman-teman masih jauh masa pensiunnya, bisa kemudian berkali-kali lipat return-nya nanti masa tua nanti,” kata dia.
Selain portofolio saham, harga emas juga masih menawarkan untung yang menarik. Dia menyebut harga emas selama dua tahun terakhir mengalami kenaikan yang luar biasa.
Investasi terakhir yang bisa diraih para penggiat investor yaitu properti. Sektor ini dapat bergeliat karena penurunan suku bunga acuan yang berpotensi menurunkan besaran kredit perumahan.
“Landed house misalnya itu juga dengan penurunan suku bunga acuan, itu bisa menggairahkan lagi pasar properti di dalam negeri, periode ke depan adalah periode-periode yang saya menilai positif,” ujar dia.

