Kurs Rupiah Ditutup di Rp 16.199/USD Jelang Akhir Pekan
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah lesu akibat berlanjutnya penguatan indeks dolar Amerika Serikat menjelang akhir pekan, Jumat (19/7/2024). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 39 poin ke Rp 16.199/USD.
Di pasar spot valas yang dipantau Yahoo Finance, mata uang Garuda melemah 36 poin ke Rp 16.185/USD hingga pukul 15.15 WIB. Sehari sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 16.149/USD.
Menurut analis PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, ada spekulasi mengenai masa jabatan kedua Donald Trump sebagai presiden AS, seiring menguatnya prediksi bakal memenangkan pemilu November nanti. Pengusaha tersebut mengalami peningkatan popularitas besar-besaran lantaran insiden pembunuhan yang gagal.
"Hal itu juga menguntungkan dolar, dengan adanya spekulasi bahwa kebijakan proteksionisme Trump dapat mengarahkan lebih banyak modal kembali ke negara tersebut," kata Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (19/7/2024).
Meski pertaruhan penurunan Fed Funds Rate masih ada, lanjut dia, dolar menemukan kekuatan pekan ini. Sementara itu, laporan media menunjukkan AS sedang mempertimbangkan pembatasan perdagangan yang lebih ketat terhadap Cina, terutama di sektor teknologi dan pembuatan chip di negara tersebut.
"Laporan tersebut meningkatkan kekhawatiran atas perang dagang baru antara Beijing dan Washington, mengingat hubungan dagang antara keduanya sudah tegang," paparnya.
Penurunan Bunga September
Di sisi lain, optimisme pasar tengah meningkat terhadap kebijakan penurunan suku bunga acuan AS oleh Federal Reserve (The Fed). Ibrahim mengatakan, menurut CME Fedwatch, para pedagang memperkirakan lebih dari 90% kemungkinan Bank Sentral AS menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.
Optimisme ini berasal dari data klaim pengangguran AS yang kuat secara tak terduga. Data tersebut menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja yang menjadi pertimbangan utama bagi The Fed untuk mulai menurunkan suku bunga.
Baca Juga
Capital Infow ke SRBI Surut, Dana Asing Masuk Saham Bertambah Sepekan
ECB Isyaratkan Turunkan Bunga Lagi
Dari Benua Biru, European Central Bank (ECB) mempertahankan suku bunga kebijakannya di level 4,25% pada pertemuan Juli 2024. Namun, dalam pertemuan tersebut, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan keputusan penurunan suku bunga kebijakan pada tanggal September 2024 terbuka lebar.
"Ia sekaligus mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga lagi (oleh ECB) pada 2024," ucap Ibrahim.
Baca Juga
Harga Emas Antam Diskon Rp 8.000 per Gram Pasca Cetak Rekor Baru

