Thomas Djiwandono Wamenkeu, Asing Balik Ramai Masuk Saham Rp 1,16 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing berbalik mulai mengalir masuk ke pasar saham domestik pada Kamis (18/7/2024), dengan mencatatkan net buy Rp 1,16 triliun. Hal ini mengakhiri penjualan bersih beruntun oleh asing dalam dua hari sebelumnya, di Bursa Efek Indonesia.
Sepanjang Juli ini, asing mencatatkan pembelian bersih saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) month to date senilai Rp 4,87 triliun. “Sedangkan secara year to date, asing masih mencatatkan net sell saham Rp 2,86 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta pada Kamis sore.
Baca Juga
Mandiri: Masa Transisi Investasi Kondusif, Tak Terbitkan SBN Baru, MIND ID Bisa IPO
Di Masa Transisi Tak Terbitkan SBN Baru
Sementara itu, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) memperkirakan iklim investasi pada semester kedua 2024 tetap kondusif, dan berpotensi memberikan peluang imbal hasil yang optimal bagi investor. Hal itu akan didukung adanya komitmen kuat dari pemerintahan Presiden Joko Widodo di masa transisi, dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini di antaranya menjaga defisit anggaran tidak melebihi dari 2,7% dari produk domestik bruto (PDB), serta tidak menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) baru, agar tidak menambah beban negara.
Begitu pula pada penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, pemerintahan saat ini telah berkonsultasi dengan tim ekonomi Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Sehingga, kondisi keuangan negara tahun depan diperkirakan mampu mendukung sejumlah program strategis pemerintahan baru.
Siang ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Thomas Djiwandono menjadi wakil menteri keuangan (wamenkeu) II, mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Thomas merupakan anak mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Soedradjad Djiwandono sekaligus keponakan Prabowo, yang selama ini menjadi politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Posisi wamenkeu II merupakan tambahan jabatan wamenkeu yang diumumkan mendadak oleh Presiden Jokowi, begitu mendarat di Tanah Air dari kunjungan kenegaraan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Kamis (18/7/2024).
Sementara itu, pada acara "Mandiri Investasi Market Outlook 2024", Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki program jangka panjang untuk mendorong transformasi ekonomi di Indonesia, seperti renewable energy dan hilirisasi tambang. Kementerian BUMN telah menyiapkan roadmap jangka panjang yang memberikan arah bagi BUMN untuk dapat menjadi engine bagi transformasi ekonomi Indonesia sepuluh tahun ke depan, yang berfokus pada beberapa sektor-sektor utama seperti sektor digital, ekonomi hijau, infrastruktur dan social inclusion.
Selain itu, Wamen yang akrab disapa Tiko ini menyampaikan bahwa dalam lima tahun ke depan, selain PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI, PT Telkom Indonesia Tbk, dan PT Pertamina, diharapkan akan ada BUMN lain yang juga menjadi top company dunia. Sebagai contoh Pelindo Group, In Journey, dan MIND ID. MIND ID merupakan BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, yang beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum, dan PT Timah Tbk.
Perusahaan-perusahaan dengan size menengah tersebut akan menjadi besar dan diharapkan suatu hari bisa melakukan IPO. “Kita akan berfokus kepada BUMN yang punya significant size, kompetensi, serta future outlook yang baik untuk bisa dibawa ke capital market,” ujar Kartika dalam keterangan pada Kamis (18/7/2024) sore.
Baca Juga
Ekonom Paramadina Sebut Thomas Djiwandono Jadi Wamenkeu II demi Kawal RAPBN 2025
Di sektor pasar modal, Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto memaparkan, pihaknya melihat optimisme masyarakat terhadap outlook pasar saham dan obligasi di Indonesia. Dia pun meyakini produk reksa dana dan kontrak pengelolaan dana dapat tumbuh berkesinambungan. Salah satu indikatornya adalah jumlah investor reksa dana naik signifikan mencapai angka 11,9 juta, dengan sekitar 60%-nya adalah generasi muda.
Mtd, SBN Net Buy Rp 4,59 T
Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara, data yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu masih data lama yakni transaksi pada Senin lalu (15/7/2024). Non-resident di pasar SBN melakukan pembelian neto Rp 0,09 triliun.
Secara month to date, asing mencatatkan pembelian bersih Rp 4,59 triliun di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga Senin lalu.Namun, secara year to date asing mencatatkan penjualan bersih luar biasa besar menembus Rp 29,36 triliun hingga Senin lalu.
Baca Juga
'Crowding Out', Airlangga Minta BI dan Kemenkeu Komunikasikan Penerbitan SRBI dan SBN

