BPS: Mei, Seluruh Provinsi Mengalami Inflasi Tahunan
JAKARTA, investortrust.id - Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan (year on year/yoy), sehingga inflasi nasional pada Mei 2024 mencapai 2,84% (yoy).
“Secara tahunan, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi,” kata Amalia di kantornya, Jakarta, Senin (3/5/2024).
Amalia menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi Provinsi Papua Tengah sebesar 5,39% (yoy). Sedangkan inflasi terendah di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 1,25% (yoy).
Baca Juga
Secara tahunan, menurut Amalia, inflasi terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Inflasi di kelompok ini tercatat 6,18% dengan andil 1,75% terhadap inflasi umum.
“Komoditas yang memberikan inflasi pada kelompok ini adalah beras, cabai merah, bawang merah, sigaret keretek mesin, dan daging ayam ras,” ucap dia.
Sementara itu, komoditas lain yang memberikan inflasi cukup signifikan yaitu emas perhiasan, tarif angkutan udara, dan nasi dengan lauk.
Amalia mengungkapkan, berdasarkan komponennya, tekanan komponen inti secara tahunan mengalami penurunan. Inflasi inti pada Mei 2024 tercatat 1,93% (yoy), naik dibandingkan inflasi inti Mei 2023 sebesar 2,66%. Komoditas yang memberikan andil inflasi pada Mei 2024 antara lain emas perhiasan, gula pasir, nasi dengan lauk, kontrak rumah, dan sewa rumah.
Adapun inflasi tahunan komponen harga diatur pemerintah (administered price) mengalami penurunan daritahun sebelumnya menjadi 1,52% (yoy) dengan andil kepada inflasi sebesar 0,3%.
Baca Juga
Komponen Inti Mengalami Inflasi Mei, Komponen Diatur Pemerintah Deflasi
“Komoditas yang dominan memberikan andil adalah sigaret keretek mesin, tarif angkutan udara, sigaret kretek tangan, dan sigaret putih mesin,” kata dia.
Amalia mengatakan, harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 8,14%. Komponen ini memberikan andil terbesar kepada inflasi tahunan sebesar 1,3%.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi untuk komponen harga bergejolak adalah beras, cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras,” kata dia.
Data BPS menyebutkan, secara bulanan (month to month/mtm), pada Mei 2024 terjadi deflasi sebesar 0,03%, sedangkan inflasi tahun berjalan (year to date/ytd) Mei 2024 mencapai 1,16%.

