Ini 5 Negara Pemasok Beras ke Indonesia pada April 2024
JAKARTA, investortrust.id - Selama April 2024 Indonesia masih membutuhkan pasokan beras impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pasokan beras impor tersebut tercatat Badan Pusat Statistik (BPS).
Selama April, Indonesia terpantau mengimpor 370.291,2 ton beras dengan nilai US$ 236 juta. Angka ini menurun 34,72% secara bulanan (month to month/mtm) dari Maret 2024 yang mencapai 567.210,7 ton dengan nilai US$ 371.602 juta.
Baca Juga
Bapanas Ungkap Harga Beras Masih Meroket di Sejumlah Wilayah, Ini Penyebabnya!
Meski demikian, impor beras pada April 2024 ini lebih tinggi jika dibandingkan impor pada April 2023 yang tercatat sebesar 88.433,8 ton atau naik 318,72% secara tahunan (year on year/yoy).
Lima negara pemasok beras ke Indonesia, yaitu Vietnam, Thailand, Pakistan, Myanmar, dan India. Pasokan beras dari Vietnam tercatat sebesar 286.261 ton dengan nilai impor sebesar US$ 94 juta.
Sementara itu, pasokan beras dari Thailand 147.040 ton dengan nilai US$ 71,2 juta, Pakistan memasok 110.103,7 ton dengan nilai US$ 46,8 juta, Myanmar memasok 73.704 ton dengan nilai US$ 15,3 juta, dan India yang memasok 23.265 ton dengan nilai US$ 7,8 juta.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, realisasi impor beras melalui Perum Bulog tidak sampai 5% dari total kebutuhan beras nasional.
Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat mengunjungi kompleks Pergudangan Bulog Laende di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (13/5/2024). Jokowi menjelaskan impor beras harus dilakukan demi menjaga harga beras yang stabil di tingkat konsumen.
"Enggak ada 5% kita harus impor. Ada yang dari Vietnam, Thailand, ada yang dari mana Pak? Kamboja, Pakistan, harus impor dari sana. Karena penduduk kita ini sekarang 280 juta orang, semuanya ingin. Nah, itu tidak mudah," kata Jokowi dikutip dari Antara.
Baca Juga
Jokowi Sebut Impor Beras Tak Sampai 5% dari Kebutuhan Nasional
Dalam kunjungan tersebut, Jokowi memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan nasional, sekaligus menyalurkan bantuan cadangan pangan kepada keluarga penerima manfaat.
Jokowi memastikan penyaluran bantuan beras 10 kilogram setiap bulan untuk keluarga penerima manfaat akan terus berlanjut hingga Juni dan diharapkan dapat diperpanjang hingga Desember, tergantung ketersediaan anggaran penerimaan dan belanja negara (APBN).

