Keniscayaan Pertumbuhan Ekonomi 7%: Penguatan Program CSR Kunci Keberhasilan
Oleh Dr Erwin Suryadi, MBA,
PengamatMigasdanEkonomi
INVESTORTRUST.ID - DalamsebuahreleaseyangdisampaikanolehKementerianKoordinatorBidangPerekonomianRepublikIndonesiapada15Juni2023terkaitmewujudkanvisi“IndonesiaEmas2045”,pemerintahmeluncurkanRencanaPembangunanJangkaPanjangNasional(RPJPN)2025-2045. RPJPN menyebutbahwauntukdapatsegerakeluardarimiddleincometrap(MIT),terdapat2skenariodimanabilarata-ratapertumbuhanekonomimencapai 6%, maka Indonesia dapat keluar MITpada tahun 2041 dan bila rata-ratapertumbuhan mencapai 7%, maka Indonesia dapat keluar MIT pada tahun2038.
Optimismepemerintahtersebutdibekaliolehbeberapakekuatanutama.Diantaranya, pertama, Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia denganangkatan kerja sebesar 146,6 juta orang.
Baca Juga
Indonesia Kejar Target Rasio Kewirausahaan 12%, Indikator Ini Harus Dipenuhi
Kedua, Indonesia saat ini berada pada periodeRasio Ketergantungan Penduduk yang paling rendah (puncak bonus demografi), yang terjadihanyasatukalidalamsejarahperadabannegara.Ketiga,letakIndonesiastrategisdalamperdagangan internasional dan sebagai negara agraris. Keempat, melimpahnya sumber dayaalamdengankekayaancadanganmineralyangsangatbesar,papar rilis tersebut.
Rasio KewirausahaanBaru 3,47%
SelaindarivisiIndonesiaEmastahun2045tersebut,dalamkesempatanlain,MenteriKoperasidan UMKM Teten Masduki mengemukakan, Indonesia baru mencapai rasio kewirausahaansebesar 3,47%, dimana pada negara lebih maju minimal rasio sebesar 4%.
Hal ini terlihat pada Malaysia dan Thailand yang sudah diatas 4%. Bahkan, Singapura mencapai 8,6%dannegara majulainnya rata-ratasudah10-12%.
Daridata-datayangdipaparkan,terlihatbahwasesungguhnyapemerintahdanseluruhpemangkukepentinganyangadadiIndonesiasebaiknyamempersiapkandiridenganbaik, karena apabila rasio kewirausahaan yang ada saat ini tidak bisa meningkat seiringpeningkatanangkatankerjayangsignifikan,makapemerintahakanmengalamikesulitanmemanfaatkanbonusdemografiyangdimaksud.
Untuk itu, dalam opini kali ini, akan dibahas sedikit upaya yang dapat dilakukan untuk bisamendukungpengembanganrasiokewirausahaanyangadadiIndonesia,gunamendukungvisi Indonesia Emastahun2045.
Solow-Swan Growth Model
SesuaidenganteoriNeo-ClassicaltentangpertumbuhanekonomiyangdikenalsebagaiSolow-Swan Growth Model (1956), terdapat 3 faktor yang memberikandampakpadapertumbuhanekonomi. Ini adalahtenagakerja,permodalan,danteknologi(keberadaanteknologimaju).
Baca Juga
Agustus 2023, Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Jadi 5,32%
Teoritersebutmenyebutbahwapeningkatanpenyerapantenagakerja,peningkataninvestasi,danteknologimerupakankunciuntukmendorongterjadinyapertumbuhanekonomi sebuahnegara.
Masalah Pengangguran
Memperhatikan kondisi saat ini, terlihatbahwa kemunculan makin banyak kampusyang sangat baik dalam menciptakanlulusan terbaik, dapat menimbulkan masalah pengangguran yang signifikan,bilatidakdiikutidenganbertambahnyaperusahaanyangmaumenyeraptenagakerjatersebut.Belum lagi, sesuai teori Solow-Swan Growth Model, ternyata kehadiran teknologimaju sudah menggantikan peran manusia di banyak hal, misalnya penjaga parkir,penjaga pintu tol, dan bahkan teller di bank, yangsudah mulai tergantikan dengankehadiran mesin-mesin ATM dan layanan mobile banking.
Selain itu, kehadiran teknologimajuakansemakincepatmenciptakanperusahaan-perusahaanyangberniatmelakukaninvestasi pada mesin-mesin yang canggih, untuk pengolahan produknya dan menggantikanperan manusia di dalamnya. Dan apabila ini terus berlanjut, maka cukup sulit pemerintahdapatmencapaipeningkatanekonomikarenakurangnyapenyerapantenagakerjayang ada.
Di sisi lain, mendorong rasio kewirausahaan juga bukan menjadi hal yang mudah,dikarenakanbanyakhalyangcukupmemberatkanseseoranguntukbisayakinmenjadipengusaha. Inimisalkanfaktorpermodalan, faktor perizinan, faktor pemasaran yang sudah banyak dikuasai oleh pemain-pemain lama, dan faktor perkembangan teknologi yang sudah sangat cepat.
Perlu Dukung Wirausaha Sekitar
Berdasarkanpengalamanyangsudahdilakukandalambeberapatahunterakhir,kamimelihatbahwakebuntuandarisulitnyamendorongpeningkatanrasiokewirausahaanini,dapatdicarikan jalan keluarnya. Ini misalnya melalui pemerintah yang dapat meminta perusahaan korporasiuntuk menyalurkan program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR),guna mendukung munculnyaparawirausaha-wirausaha di daerahtempatmereka beroperasi.
Dalam industri hulu migas, pada tahun2023, perusahaan kontraktor kontrak kerjasama(KKKS)sepertiPertamina,Medco,BP,Petronasdanlain-laindimintauntukmendorongpemanfaatan program tanggung jawab sosialnya. Ini dengan memberikan pendampingan danpelatihan langsung ke para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga banyak UMKM akhinya berhasil memperolehsertifikathalal,memasukkanproduknyakedalammarketplace,mendapatkanpelatihanuntukpackaging,hinggamembukadanmendukungUMKMmendapatkanpendanaandariperbankan.
Dari kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan tersebut, dapat terlihat bahwa UMKM-UMKMdi masing-masing daerah itu ternyata mampu mengembangkan local wisdom dan localproductsyangsangatunik. Inimisalkanbatik-batikNusantarayangsangatberagamdariSumatera sampai Papua, makanan-makanan khas daerah yang sangat unik, kerajinan tanganyangsudahbisadidoronguntukmemasukipasarekspor,danbanyaklagiprodukyangtidak pernah kita sadari ternyata sangat baik dan menunjukkan keragaman dan kebesaranIndonesia.
Keberhasilan implementasi program tanggung jawab sosial dalam peningkatan kompetensiUMKM ini juga ternyata mendapatkan sambutan luar biasa dari pemerintah daerah,sebagaistakeholderparaKKKSdidaerah. Pasalnya,konsepinijugaternyatabisamendorongpertumbuhandaerah,mendorongpenyerapantenagakerja,mendorongperputaranuangdidaerah,sertauntukUMKMbinaanterbaiksudahbisamenjadidutayangmembanggakandidunia internasional.
Sedikit sumbangsih pemikiran dan hasil yang sudah dilakukan oleh industri hulu migas ini,rasanyabisadicobaditerapkandiindustrilain. Dengan demikian,keberadaanindustridapatmengembangkanindustrilain,sehinggaberdampakpadapeningkatanpertumbuhanekonomi Indonesia.
Penulis berharap hal ini dapat tercapai. Indonesia segera bisakeluar dari MIT merupakan keniscayaan, apabila pemerintah, perusahaan, perbankan, danUMKM dapat berkolaborasi kuat untuk terus berkreasi dalam menyerap tenaga kerjaandalsertamenciptakancompetitiveadvantageyangbisaselalu membanggakanIndonesia.
Jakarta, 11 Januari 2024

