BI Tawarkan 6 Proyek Pilihan ke Investor di London
LONDON, investortrust.id - Bank Indonesia (BI), Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London menggelar “Indonesia Investment Forum" atau IIF di London, Britania Raya.
Kegiatan ini meliputi high level roundtable, diskusi panel investasi, business matching, dan Indonesia Night. Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk penguatan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Britania Raya sebagai investor Eropa kedua terbesar bagi Indonesia, termasuk sebagai ajang promosi investasi, perdagangan serta pariwisata di Indonesia.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyampaikan alasan mengapa Indonesia menjadi negara yang cocok untuk berinvestasi, yaitu:
Baca Juga
Kantongi Kontrak Proyek Lotte Line, WSBP Ungkap Potensi Pasar Beton Perairan
Pertama, ekonomi Indonesia yang stabil; kedua, pertumbuhan yang tinggi; ketiga, reformasi struktural yang terus berlangsung; keempat, akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan; dan kelima adalah pengembangan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
“Hal ini penting bagi Britania Raya mengingat negara ini merupakan kawasan yang penting sebagai mitra ekonomi strategis, yaitu sebagai mitra dagang Indonesia dari Eropa terbesar kelima,” papar Perry dalam keterangan resmi, Sabtu (7/10/2023).
Lebih lanjut dikatakan, sebagai investor pada sektor agrikultur-perikanan, konstruksi, tekstil, pertambangan, dan hotel-restoran di Indonesia, Britania Raya perlu terus memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia. Hal ini dapat diperkuat dengan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan baru yang dapat mengangkat sektor UMKM.
Pada IIF London, terdapat business matching dengan investor untuk 6 proyek clean and clear (CnC) Indonesia yang terpilih melalui proses kurasi Bank Indonesia bersama IIPC dan Bank Mandiri London untuk ditawarkan kepada investor di London.
Keenam proyek terpilih tersebut bergerak di sektor energi terbarukan, manufaktur, kawasan industri, dan infrastruktur. Harapannya, kegiatan promosi investasi ini secara konkrit akan mewujudkan kemitraan yang saling menguntungkan antar dua negara.
Baca Juga
Outstanding Obligasi Korporasi Rp 447,05 Triliun, Asing Asyik Lego SBN
Selanjutnya, dalam diskusi roundtable yang dipimpin Gubernur Perry, mengemuka sejumlah poin pembahasan yang memuat antara lain tantangan dan outlook ekonomi, bauran kebijakan nasional termasuk reformasi struktural serta respons kebijakan Bank Indonesia untuk mendukung ekonomi dan keuangan digital.
Gubernur Perry menekankan bahwa dalam menghadapi risiko perlambatan ekonomi global termasuk spillover, Indonesia memerlukan kebijakan domestik yang kuat dan kerja sama ekonomi.
Indonesia termasuk dalam negara dengan kinerja ekonomi terbaik, hal ini salah satunya tidak terlepas dari bauran kebijakan nasional. “Untuk mendukungnya, terdapat inovasi kebijakan di antaranya penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), insentif likuditas kebijakan makroprudensial,’’ papar Perry.
Pada kesempatan tersebut Bank Indonesia juga mempromosikan produk unggulan (wastra, pakaian jadi, kerajinan, aks esoris dan makanan ringan) dari sekitar 40 UMKM unggulan binaan Bank Indonesia.

