Luncurkan Buku Putih, Menko Airlangga: Indonesia Lepas Landas Tahun 2030
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan Buku Putih strategi nasional pengembangan ekonomi digital Indonesia 2030, di Astor Ballroom The St. Regis Jakarta, Rabu (6/12/2023). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan agar di tahun 2030 Indonesia mampu lepas landas.
Untuk mencapai target perekonomian Indonesia mampu lepas landas di tahun 2030, Menko Perekonomian menyebut setidaknya kontribusi ekonomi digital terhadap PDB harus ditingkatkan menjadi 20%.
"Kalau di tahun 2030 kontribusi industri kita bisa 25%, (ekonomi) digitalnya 20% maka Indonesia sudah bisa meninggalkan landasan. Kita sudah bisa lepas landas," ujar Airlangga dalam pidatonya.
Airlangga menambahkan, dengan capaian tersebut ekonomi Indonesia akan menjadi negara dengan pendapatan mendekati US$10.000. Antara US$8.000 sampai US$9.000 di tahun 2030.
Baca Juga
Besok, Pemerintah Luncurkan Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030
Menurut Airlangga, Indonesia mempunyai peluang untuk memaksimalkan ekonomi digital. Ia menyebutkan salah satunya adalah karena Indonesia memiliki populasi yang besar.
"Populasi besar dengan angkatan kerja 70%, pangsa pasar luas, bahkan 40% transaksi ekonomi ASEAN berasal dari Indonesia. Dan tentu adopsi teknologi yang tinggi," tutur Airlangga.
Ketua Umum Partai Golkar tersebut juga mengungkapkan 78% populasi Indonesia terhubung dengan internet. Selain itu tren digitalisasi ekonomi dan keuangan tengah meningkat.
"Sekarang kita bisa menggunakan payment dengan digital rupiah di lima negara ASEAN. Jadi ini selain penghematan devisa, juga tentu untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap USD. Masa depan adopsi digital tentu akan menciptakan lapangan kerja baru," papar Airlangga.
Baca Juga
Indef Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 sebesar 4,8%
Buku Putih sendiri dijelaskan oleh Airlangga, merupakan Quick Win dan dikembangkan dalam tiga fase. Yaitu fase persiapan, fase transformasi dan fase leading.
"Dalam fase persiapan dengan persiapan dengan persiapan fondasi digital terutama terkait dengan interoperability. Kemudian juga standardisasi dan ada 9 ekosistem yang lain termasuk infrastruktur. Fase transformasi adalah percepatan transformasi, dan leading adalah kita untuk memimpin inovasi masa depan," jelas Airlangga.
Peluncuran Buku Putih oleh Kemenko Perekonomian tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung. (CR-1)

