Beras Mahal dan Langka, Ekonom Soroti Carut-Marut Data dan Tata Kelola Pangan
JAKARTA, Investortrust.id - Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economic (Core) Eliza Mardian mengatakan terdapat dua hal yang harus dibenahi pemerintah untuk mengatasi masalah harga beras yang melambung dan bahkan langka di tingkat ritel modern.
Menurut Eliza, dua hal yang harus dibenahi adalah distribusi dan ketersediaan data. Ia menilai tata niaga perberasan secara nasional sangat tak terkelola dengan baik karena ketiadaan data tersebut.
“Yang menjadi soal sekarang adalah distribusi dan ketersediaan datanya. Carut-marutnya tata niaga perberasan nasional ini karena ketiadaan data,” ucap Eliza kepada Investortrust.id, Rabu (21/2/2024).
Baca Juga
“BPS memiliki data produksi tingkat petani, namun basis data yang diperlukan tidak cukup disitu tetapi juga di sepanjang rantai pasok komoditas pangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Eliza pun mengungkapkan bahwa data beras di tingkat penggilingan dan gudang hingga saat ini belum sepenuhnya dapat ditelusuri. Hal serupa juga menurutnya terjadi di komoditas pangan lainnya.
“Ketiadaan data di sepanjang rantai nilai pada komoditas pertanian berpotensi mengundang para rent seeker untuk mengambil keuntungan, akibatnya memicu spekulasi sehingga harga naik secara artifisial dan mengerek inflasi,” tandas Eliza.
Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah kompak menjawab bahwa masalah kelangkaan dan mahalnya beras terutama jenis premium disebabkan oleh perubahan cuaca ekstrem akibat El Nino. Sehingga masa tanam dan panen raya mundur hingga beberapa bulan.

