Dana Asing Keluar Rp 22,3 Triliun dari Pasar Keuangan RI Sepekan, Yield SBN Nyaris 7%
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing mengalir keluar masif dari pasar keuangan RI sepekan terakhir setelah libur panjang Lebaran, dengan mencatatkan net sell sekitar Rp 22,3 triliun berdasarkan data BEI dan BI. Nonresiden mencatatkan penjualan neto di bursa saham Rp 4,51 triliun hingga 19 April 2024, sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga 18 April masing-masing sebanyak Rp 9,79 triliun dan Rp 8,00 triliun.
“Pada Jumat (19/4/2024), asing mencatatkan net sell sekitar Rp 0,84 triliun. Sedangkan secara year to date, asing masih mengakumulasi pembelian bersih saham di BEI senilai Rp 12,12 triliun,” papar keterangan Bursa Efek Indonesia, Jumat (19/4/2024) sore.
Baca Juga
Konflik Iran-Israel dan Penurunan FFR 2025, Rupiah Anjlok Dekati Rp 16.300/USD
Seiring dengan masif keluarnya dana asing, indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI terkoreksi 1,11% ke level 7.087,32 pada Jumat ini. Alhasil, secara year to date sudah terpangkas 2,55%.
Sementara itu, indeks harga saham di ASEAN yang mampu menghijau di Malaysia dan Vietnam, masing-masing berhasil membukukan kenaikan 6,39% dan 5,58% ytd. Di pasar global, indeks Dow Jones Amerika Serikat tercatat naik tipis 0,23% ytd hingga kemarin.
Yield SBN Mendekati 7%
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan, sepanjang tahun 2024 berdasarkan data setelmen hingga 18 April 2024 yang dicatat Bank Sentral RI, nonresiden jual neto Rp 38,66 triliun di pasar SBN. “Namun masih beli neto Rp 15,12 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp 12,90 triliun di SRBI hingga 18 April,” katanya dalam keterangan di Jakarta, 19 April 2024.
| Perkembangan transaksi neto asing di SBN rupiah yang dapat diperdagangkan hingga 18 April 2024. Infografis: Riset Investortrust.id. |
Erwin menjelaskan lebih lanjut kondisi perekonomian global dan domestik lain yang menjadi indikator stabilitas nilai rupiah. Nilai tukar mata uang Garuda tercatat melemah terhadap greenback.
"Pada akhir hari Kamis, 18 April 2024, rupiah ditutup pada level (bid) Rp 16.170 per dolar AS, sedangkan yield SBN 10 tahun naik ke 6,93%," ucapnya.
Sementara itu, DXY menguat ke level 106,15, demikian pula imbal hasil US Treasury Note 10 tahun naik ke level 4,633%.DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap 6 mata uang utama (hard currencies) lainnya, yakni euro (EUR), yen Jepang (JPY), pound sterling Inggris (GBP), dolar Kanada (CAD), krona Swedia (SEK), dan franc Swiss (CHF). Sedangkan UST merupakan surat utang yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.
| Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak awal tahun 2023 hingga 19 April 2024. Infografis: Riset Investortrust. |
"Sedangkan pada pagi hari Jumat, 19 April 2024, rupiah dibuka pada level (bid) Rp 16.230 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun turun di 6,91%," ungkapnya.
Rupiah kemudian terus bergerak melemah hingga ditutup Jumat sore pada level Rp 16.280 per dolar AS, berdasarkan data transaksi di pasar spot valas antarbank di Indonesia. Berdasarkan kurs Jisdor, rupiah melemah 0,64% dibanding pada penutupan hari sebelumnya Rp 16.177 per dolar AS.

