Purbaya: Pelemahan Rupiah Belum Berdampak ke APBN 2026, 2-3 Bulan Lagi Bakal Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah membuat kalkulasi dampak depresiasi rupiah. Berdasarkan kalkulasi itu, pelemahan rupiah belum berdampak terhadap APBN, bahkan mata uang Garuda bakal menguat lagi dalam 2-3 bulan mendatang.
Saat ini, rupiah berada di kisaran Rp 17.800-an per dolar AS. Amgka itu jauh di atas asumsi makro APBN 2026 yang dipatok Rp16.500 per dolar AS.
“Dari sisi anggaran (APBN), kami telah menghitung dampak depresiasi rupiah pada level yang mendekati posisi saat ini,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Danantara Indonesia, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga
Purbaya mengeklaim bahwa APBN 2026 masih dalam kondisi baik-baik saja meski posisi rupiah terus menjauh dari asumsi makro APBN 2026.
Purbaya yakin dengan teori bahwa ketika ekonomi suatu negara kuat maka mata uangnya juga menguat. “Saat ini, fokus saya adalah memastikan perekonomian domestik terus tumbuh kuat, baik dalam jangka menengah, pendek, maupun jangka panjang,” tegas dia.
Dengan fokus tersebut, Purbaya yakin rupiah akan menguat secara otomatis. Ini karena para investor, baik berupa penanaman modal asing (PMA) atau modal asing langsung (foreign direct investment/FDI) maupun investasi portofolio, akan lebih tertarik berinvestasi di negara yang menawarkan prospek pertumbuhan paling menjanjikan.
Baca Juga
Mantan bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong lebih cepat dibandingkan beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara dan G20.
“Pertumbuhan ekonomi kita berada di posisi kedua setelah India. Jadi, prospek ekonomi kita kuat dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita,” tandas dia.
Selain itu, Purbaya percaya bahwa rupiah dapat memulihkan diri dari tekanan dolar AS. Ini karena Iran, AS, dan Israel semakin dekat mencapai kesepakatan damai. “Saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan situasinya akan jauh lebih baik dibandingkan saat ini,” ujar dia.

