Airlangga: 60% Investasi di Indonesia Menghasilkan Laba, Tertinggi di ASEAN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan keunggulan distingtif Indonesia sebagai destinasi investasi di Asia Tenggara. Merujuk pada studi Japan External Trade Organization (Jetro), Indonesia tercatat sebagai negara dengan kontribusi keuntungan investasi tertinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya.
Airlangga menyebutkan bahwa faktor utama yang membuat investor melirik Indonesia adalah tingkat profitabilitasnya yang sangat menjanjikan.
Baca Juga
Hilirisasi Masih Jadi Primadona, Sumbang Realisasi Investasi Rp 147,5 Triliun di Triwulan I 2026
"Ada studi dari JETRO yang mengatakan apa yang membedakan Indonesia dengan negara ASEAN lain adalah kontribusi terhadap keuntungan. Sebanyak 60% investasi di Indonesia itu menghasilkan laba. Ini salah satu daya tarik utama kita," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Selain faktor keuntungan, Airlangga menekankan bahwa Indonesia memiliki daya tahan (resilience) yang luar biasa terhadap gejolak global. Kekuatan pasar domestik dinilai menjadi buffer atau penyangga yang kokoh saat terjadi krisis di tingkat internasional.
Keunggulan lain yang disoroti adalah efisiensi di kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri. Ia memaparkan bahwa Indonesia sangat kompetitif karena memiliki angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang sangat rendah di kawasan-kawasan tersebut. "Di kawasan tersebut, ICOR-nya antara satu sampai sekitar tiga. Jadi berbagai kawasan di Indonesia itu sangat efisien," imbuhnya.
Pemerintah juga memetakan beberapa komponen biaya yang membuat Indonesia lebih unggul secara kompetitif. Airlangga mengklaim biaya lahan (land cost) di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan negara tetangga di ASEAN. Selain itu, biaya listrik (electricity cost) Indonesia juga dinilai bersaing berkat kombinasi energi terbarukan dan non-terbarukan.
Baca Juga
Realisasi Investasi Triwulan I 2026 Tumbuh Positif, KBLI 2025 Perkuat Ekosistem Investasi Nasional
Untuk terus menjaga daya saing tersebut, Menko Airlangga menekankan pentingnya konektivitas jaringan listrik antar-pulau.
"Tinggal kita tambah kompetitif kita dengan membangun jaringan listrik Sumatra-Jawa. Saat ini di Jawa kita kelebihan pasokan (excess), tapi 3-4 tahun lagi permintaan akan menyedot kelebihan ini. Konektivitas Jawa-Sumatra menjadi penting untuk menghubungkan proyek geotermal di Sumatra Barat maupun Aceh dengan pusat permintaan di Jawa," jelasnya.

