Pilih Joan Laporta atau Victor Font? Pemilihan Presiden Barcelona Digelar Akhir Pekan ini
Poin Penting
|
BARCELONA, investortrust.id – Persaingan menuju kursi presiden Barcelona memanas setelah dua kandidat utama, Joan Laporta dan Victor Font, terlibat debat sengit pada Kamis (12/3/2026) malam waktu Katalunya, sebelum anggota klub menentukan pilihan, Minggu (15/3/2026).
Melalui sistem pemungutan suara anggota, para socios Barcelona akan menentukan siapa yang memimpin klub selama lima tahun ke depan.
Laporta maju untuk masa jabatan keempatnya dan mengusung tema kesinambungan. Dia menilai keberadaannya penting untuk menjaga stabilitas tim, termasuk mempertahankan posisi pelatih Hansi Flick. Sebaliknya, Font, yang juga menjadi pesaing terdekat Laporta pada pemilihan 2021, menyoroti kondisi keuangan klub yang dinilainya rapuh dan dapat mengancam masa depan Barcelona.
Baca Juga
Apa Apa dengan Phil Foden? Jarang Masuk Skuad Utama Manchester City
Sejak awal debat, Laporta tampil agresif dan mempertanyakan kapasitas Font dalam memimpin klub. “Font menyangkal hal yang sudah jelas dan menyebarkan kebohongan. Dia seorang teknokrat yang hanya bekerja di balik komputer. Dia ingin menghancurkan semua yang telah kami bangun,” ujar Laporta, dilansir Football Espana.
Salah satu kritik terhadap kepemimpinan Laporta adalah molornya renovasi Spotify Camp Nou. Dia mencoba menjelaskan progres proyek tersebut.
“Rencananya atap stadion akan selesai pada 2028. Proyek seperti ini bukan ilmu pasti; selalu ada hal tak terduga. Sebanyak 80% kapasitas stadion akan untuk pemegang tiket musiman dan akan ada tambahan 5.000 kursi bagi daftar tunggu. Penonton non–pemegang tiket musiman akan mendapat diskon 50%,” lanjut Laport.
Font kemudian menyoroti kebijakan Laporta yang dianggap menaikkan harga tiket bagi anggota dan suporter. “Minggu ini kita harus memilih antara model konfrontasi atau presiden yang membagikan kartu keanggotaan, memprioritaskan turis, dan mengkriminalisasi kelompok suporter. Kita harus memilih Barcelona yang membatasi kita atau Barcelona yang tak terbendung,” katanya.
Font juga mengkritik model ekonomi klub yang dinilai terlalu bergantung pada pariwisata. “Model ekonomi saat ini bergantung pada turisme. Seorang anggota yang ingin menonton pertandingan harus mengeluarkan uang sangat besar,” tambah Font.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/hashtag/fcblive?src=hash&ref_src=twsrc%5Etfw
Perdebatan juga menyentuh posisi Direktur Olahraga Deco. Laporta membela kinerja mantan gelandang Portugal tersebut. “Victor Font membangun kampanyenya dengan kebohongan. Dia ingin mengganti Deco dengan tiga orang. Jika Deco pergi, stabilitas pekerjaan Hansi Flick juga terancam. Ini menunjukkan dia tidak memahami cara kerja klub," ujarnya.
"Deco lebih baik dari pendahulunya, Mateu Alemany. Dia telah membangun skuad dan menghidupkan kembali generasi pemain muda. Struktur yang ada saat ini sudah berjalan dengan baik,” tambah Laport.
Font lalu menyinggung peran Alejandro Echevarria, ipar Laporta yang sebelumnya mundur dari dewan klub setelah diketahui menjadi patron yayasan yang terkait dengan diktator Spanyol Francisco Franco.
“Deco adalah rekan Alejandro Echevarria, dan itu tampaknya menjadi alasan utama dia menjadi direktur olahraga Barca. Dia menggantikan putra Johan Cruyff yang tidak dihargai, serta Mateu Alemany. Apa yang dia miliki sekarang hanyalah warisan dari mereka. Kita tidak boleh memiliki fasis di Barcelona,” ungkap Font.
Font juga mengklaim tengah berupaya mengamankan hak prioritas untuk merekrut penyerang Erling Haaland dari Manchester City di masa depan. “Kami bahkan harus melepas Inigo Martinez, dan kami sangat merindukannya musim ini. Kami juga sedang menegosiasikan opsi pembelian Erling Haaland ketika dia memutuskan meninggalkan Manchester City,” beber Font.
Laporta langsung menepis klaim tersebut. “Cerita tentang Haaland itu sepenuhnya bohong dan sudah terbantahkan. Pernyataan itu justru menjadi bumerang baginya. Anda benar-benar tidak punya rasa malu,” ujarnya.
Isu lain yang kembali muncul adalah kepergian legenda klub Lionel Messi pada 2021. Font menyatakan ingin mencoba membawa Messi kembali ke klub dalam peran tertentu.
“Mengatakan Messi adalah masa lalu berarti meremehkan pemain terbaik sepanjang sejarah. Messi adalah masa kini dan juga masa depan. Kami akan menawarinya posisi presiden kehormatan. Flick bersama direktur olahraga akan menentukan bagaimana kariernya diakhiri,” ungkap Font.
Laporta sendiri menilai Messi tetap layak mendapat penghormatan besar dari klub. “Messi pantas mendapatkan patung karena dia adalah pemain terbaik dalam sejarah. Namun para penggemar Barcelona ingin fokus pada masa kini. Kami tidak akan memanfaatkannya seperti yang dilakukan pihak lain,” katanya.
Pemilihan presiden Barcelona akan berlangsung bersamaan dengan pertandingan melawan Sevilla. Meski Laporta masih difavoritkan menang, banyak pihak menilai Font tampil cukup kuat dalam debat tersebut, terutama mengingat kemampuan orasi Laporta yang terkenal sangat meyakinkan.
Baca Juga
Debut Liga Europa bersama FC Porto, Thiago Silva Catat Rekor Baru

