Apa Apa dengan Phil Foden? Jarang Masuk Skuad Utama Manchester City
Poin Penting
|
MANCHESTER, investortrust.id – Masa depan Phil Foden di skuad utama Manchester City mulai menjadi sorotan. Penyerang berusia 25 tahun itu belakangan semakin jarang tampil sebagai starter dan bahkan tidak dimainkan saat The Citizens kalah 0-3 dari Real Madrid di Liga Champions.
Dalam 12 pertandingan terakhir Manchester City di semua kompetisi, Foden hanya empat kali dipercaya tampil sejak menit awal. Di Liga Premier, menit bermainnya terbatas, hanya 182 menit dari enam laga terakhir. Pep Guardiola kini lebih sering memberikan kesempatan kepada pemain lain seperti Antoine Semenyo, Rayan Cherki, dan Savinho.
Performa Foden juga menurun dibandingkan beberapa musim sebelumnya. Pemain yang dikenal sebagai kreator serangan ini terakhir kali mencetak gol pada 14 Desember, mengakhiri periode impresif ketika dia mencetak enam gol dalam lima pertandingan.
Baca Juga
Debut Liga Europa bersama FC Porto, Thiago Silva Catat Rekor Baru
Jika dilihat dari statistik per 90 menit, kontribusi gol dan assist Foden dalam dua musim terakhir juga menurun dibandingkan masa sebelumnya. Padahal, dia sempat menjadi bagian penting dari kesuksesan Manchester City meraih treble pada musim 2022/2023.
Setahun setelahnya, Foden bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik versi Professional Footballers' Association setelah mencetak 19 gol dan delapan assist yang membantu Manchester City menjuarai liga untuk keempat kalinya secara beruntun.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/TheAthleticFC/status/2029956610412454157?ref_src=twsrc%5Etfw
Sejak periode tajamnya menjelang Natal tahun lalu, ketika dia mencetak enam gol hanya dalam empat pertandingan selama 15 hari, Foden justru mengalami penurunan drastis. Hingga kini dia telah melewati 18 pertandingan tanpa mencetak gol di semua kompetisi.
Situasi tersebut juga bisa mempengaruhi posisinya di tim nasional Inggris. Pelatih baru Inggris, Thomas Tuchel, dijadwalkan mengumumkan skuad berikutnya pada 14 Maret, dan performa Foden yang menurun membuat tempatnya tidak lagi sepenuhnya aman.
Konon, perubahan peran di klub menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya. Menjelang akhir 2025, Guardiola sempat menggeser posisi Foden dari gelandang tengah menjadi pemain yang lebih dekat dengan striker utama, Erling Haaland.
“Saya tahu ketika dia bermain dekat dengan Erling, seperti pada tahun kami memenangkan Premier League keempat secara beruntun, Phil adalah pemain terbaik di Liga Premier,” kata Pep Guardiola.
Pendekatan itu sempat memberikan hasil positif. Pada awal Desember, Foden mencetak enam gol dalam empat pertandingan, sering memulai dari sisi sayap sebelum bergerak ke ruang di belakang Haaland.
Namun, perubahan taktik Manchester City kembali membuatnya tersisih. Ketika tim mengalami masalah cedera pemain sayap dan rentan terhadap serangan balik di tengah, Guardiola mencoba skema menyerang yang lebih sempit. Biasanya, dia menggunakan formasi 4-2-2-2 atau 4-3-1-2 tanpa melibatkan Foden.
Situasi seperti ini bukan hal baru di Manchester City. Dalam beberapa musim terakhir, sejumlah pemain besar pernah tiba-tiba tersingkir dari tim utama Guardiola, seperti Jack Grealish, Kyle Walker, Joe Hart, dan João Cancelo.
Salah satu contoh menarik dari masa lalu adalah Yaya Touré. Legenda Manchester City itu sempat tidak dimasukkan ke skuad Liga Champions pada musim pertama Guardiola di Inggris pada 2016/2017.
Agen Touré bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang “memalukan”. Guardiola saat itu menolak memainkannya hingga sang pemain memberikan permintaan maaf secara terbuka.
Setelah permintaan maaf itu datang beberapa minggu kemudian, Touré kembali mendapatkan kesempatan. Meski absen pada 11 pertandingan liga pertama Manchester City, dia akhirnya tampil sebagai starter dalam 22 dari 27 pertandingan terakhir di Liga Premier musim tersebut.
Kini pertanyaannya adalah apakah Foden bisa kembali menemukan performa terbaiknya, terutama dengan Piala Dunia 2026 yang semakin dekat.
Baca Juga
Guillermo Ochoa Bakal Saingi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026

