Statistik Buruk Jadi Alasan Tottenham Hotspur Pecat Thomas Frank
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Statistik buruk membuat Tottenham Hotspur mengambil keputusan pahit memecat Thomas Frank dari kursi kepelatihan.
Krisis yang tak kunjung teratasi akhirnya memakan korban di Tottenham Hotspur. Manajemen The Lilywhites resmi mengakhiri kerja sama dengan Thomas Frank setelah rangkaian hasil mengecewakan yang menyeret klub ke papan bawah Liga Premier.
"Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi Pelatih Kepala Tim Utama, dan Thomas Frank akan meninggalkan klub mulai hari ini. Thomas diangkat pada Juni 2025, dan kami bertekad untuk memberinya waktu dan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama," bunyi pernyataan resmi klub.
Baca Juga
"Namun, hasil dan performa telah membuat Dewan menyimpulkan bahwa perubahan pada titik ini perlu dilakukan. Sepanjang masa baktinya di Klub, Thomas telah menunjukkan komitmen yang teguh, memberikan segalanya dalam upayanya untuk memajukan Klub. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dan mendoakan kesuksesan baginya di masa depan," lanjut pernyataan itu.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/SpursOfficial/status/2021530157094179197?ref_src=twsrc%5Etfw
Secara statistik, sulit membantah alasan di balik keputusan tersebut. Dari total 38 pertandingan di semua ajang, Spurs hanya mencatat 13 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 15 kekalahan di bawah komando Frank. Yang paling mengkhawatirkan tentu performa di Liga Premier.
Tottenham tak pernah menang dalam delapan laga terakhir. Kemenangan terakhir terjadi pada 28 Desember 2025 saat menundukkan Crystal Palace 1-0. Sejak itu, grafik performa terus menurun.
Akibatnya, klub London Utara itu terperosok ke posisi ke-16 klasemen sementara dengan 29 poin dari 26 pertandingan. Dominic Solanke dan kolega kini hanya unggul lima angka dari zona degradasi, situasi yang jelas tak sejalan dengan ambisi klub.
Data mempertegas rapor merah Frank. Dia hanya meraih rata-rata 1,12 poin per laga (29 poin dari 26 pertandingan), menjadi yang terendah dibanding manajer Spurs lain yang memimpin lebih dari lima laga Liga Premier.
Frank menjadi pelatih ketujuh yang jadi korban ganasnya persaingan Liga Premier musim ini. Dia menyusul jejak Nuno Espirito Santo (Nottingham Forest), Graham Potter (West Ham United), Ange Postecoglu (Nottingham Forest), Vitor Pereira (Wolverhampton Wanderers), Enzo Maresca (Chelsea), dan Ruben Amorim (Manchester United).
Jika ditambah Sea Dyche yang baru saja keluar dari Nottingham Forest, maka total delapan pelatih kehilangan posisinya musim ini.
Baca Juga
Manchester City Libas Fulham, Nico O’Reilly dan Rodri Tuai Sanjungan

