Asosiasi Sepak Bola China Skorsing Seumur Hidup Puluhan Pelaku Suap di Liga China
Poin Penting
|
BEIJING, investortrust.id – Sepak bola China diguncang langkah ekstrem setelah Asosiasi Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan larangan seumur hidup kepada puluhan pelaku yang dinilai merusak integritas kompetisi. Total 73 individu dinyatakan tidak boleh lagi terlibat dalam aktivitas sepak bola dalam bentuk apa pun, sementara 13 klub profesional ikut menerima hukuman berat.
Keputusan tersebut menjadi puncak dari investigasi panjang terkait praktik korupsi sistemik yang melibatkan pejabat federasi, pelatih, pemain, hingga klub. Otoritas menyimpulkan telah terjadi pelanggaran serius terhadap nilai sportivitas, mulai dari suap, pengaturan skor, hingga perjudian terorganisir.
Media pemerintah China menyebut tindakan itu sebagai bentuk penegakan atas “pelanggaran serius” terhadap etika olahraga.
Baca Juga
Ada Apa? AS Monaco Coret Paul Pogba Dari Skuad Playoff Liga Champions
Beberapa tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern China ikut terseret. Mantan Ketua CFA Chen Xuyuan, dua eks wakil ketua Li Yuyi dan Du Chaochai, serta mantan Sekretaris Jenderal Liu Yi resmi masuk daftar hitam seumur hidup. Hukuman ini menandai runtuhnya generasi lama kepemimpinan sepak bola China.
Nama lain yang paling menyita perhatian adalah Li Tie. Mantan pelatih tim nasional China itu sebelumnya sudah divonis penjara 20 tahun pada akhir 2024 setelah terbukti menerima suap senilai 16 juta dolar AS. Dengan keputusan terbaru CFA, Li Tie dipastikan tertutup total dari dunia sepak bola, baik di level nasional maupun internasional.
Investigasi juga menemukan keterlibatan sejumlah pemain dalam manipulasi pertandingan dan perilaku tidak profesional di lapangan. CFA menilai tindakan seperti sengaja tidak bermain maksimal dan pelanggaran etika sebagai bagian dari praktik yang merusak kepercayaan publik. Mantan pemain Tianjin TEDA Bai Yuefeng, Li Fei, hingga Hao Qiang termasuk di antara mereka yang dijatuhi hukuman berat.
Tidak berhenti pada individu, CFA turut menjatuhkan sanksi kompetisi kepada 13 klub Liga Profesional China musim 2026. Hukuman berupa pemotongan poin dan denda besar dijatuhkan kepada klub-klub papan atas seperti Shanghai Shenhua, Beijing Guoan, Shandong Taishan, hingga Shanghai Harbor. Besaran denda mencapai satu juta yuan, sementara pengurangan poin bervariasi antara tiga hingga sepuluh angka.
Dalam pernyataan resminya di media sosial Weibo, CFA menegaskan komitmen penuh untuk menegakkan kebijakan nol toleransi terhadap pelanggaran. Federasi meminta seluruh ekosistem sepak bola China menjadikan kasus ini sebagai “peringatan keras” agar praktik serupa tidak terulang.
Langkah keras CFA tidak terlepas dari kampanye nasional antikorupsi yang digencarkan pemerintah China selama lebih dari satu dekade terakhir. Sepanjang 2025, lembaga pengawas disiplin negara mencatat hampir satu juta individu telah dihukum dalam berbagai kasus korupsi, termasuk puluhan pejabat tingkat tinggi.
Dengan sanksi terbesar sepanjang sejarahnya, sepak bola China kini memasuki babak baru: membersihkan masa lalu dengan harga mahal, demi memulihkan kepercayaan yang sempat runtuh.
Baca Juga

