Siap Naik Kelas, Evandra Florasta Target Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemain Timnas U-17 Indonesia Evandra Florasta siap bersaing dengan pemain lain untuk naik kelas ke Timnas U-20 Indonesia. Jika terpilih, gelandang muda Bhayangkara FC itu menargetkan lolos ke Piala Asia U-20, lalu ke Piala Dunia U-20.
PSSI baru saja menunjuk Nova Arianto sebagai nakhoda baru Timnas U-20 Indonesia. Penunjukkan ini dilakukan setelah dirinya sukses mengantarkan Timnas U-17 Indonesia tampil di Piala Asia U-17, lolos ke Piala Dunia U-17, dan mencetak sejarah kemenangan perdana.
Sebagai eks pelatih Timnas U-17, Nova Arianto diyakini akan membawa mayoritas mantan anak didiknya ke skuad U-20. Ini cukup masuk akal karena dia sudah mengenal pemainnya sekaligus menjadi kelanjutan dari pembinaan sepak bola berjenjang.
Baca Juga
Manchester City Dikalahkan Newcastle United, Pep Guardiola Kecewa Berat
"Setelah ini (Piala Dunia U-17), saya ingin (terpilih) ke Timnas U-20. (Jika terpilih), target tentu saja ke (lolos) dulu ke Piala Asia (U-20), kemudian Piala Dunia (U-20)," ujar Evandra Florasta saat dihubungi Investortrust.id.
Evandra Florasta juga menjelaskan cara kerja Nova Arianto saat memimpin Garuda Muda mencetak sejarah kemenangan perdana di Piala Dunia U-17. Salah satunya saat melawan Brasil. Meski kalah, Garuda Muda saat itu menunjukkan perlawanan yang sangat baik.
"Saat itu, kami benar-benar termotivasi. Coach Nova saat itu hanya minta kami kerja keras, kerja keras. Lawan Brasil, kami memang kalah kualitas. Jadi, hanya kerja keras dan semangat yang kami andalkan. Dan, kami sangat bersemangat saat itu," ungkap Evandra Florasta.
Meski kalah telak dari Brasil, mentalitas Timnas U-17 ternyata tidak jatuh. Mereka menatap laga terakhir melawan Honduras dengan tenaga yang lebih segar. Hasilnya, kemenangan dihasilkan. Kemenangan akan dicatat dalam buku sejarah turnamen.
"Coach Nova saat itu hanya mengingatkan kami bahwa kami sudah berlatih sangat keras untuk mencapai tahap ini. Kami latihan fisik keras di Yogyakarta (TC). Kami latihan mati-matian. Coach Nova bilang asa itu masih ada, dan itu membuat kami benar-benar termotivasi, kerja lebih keras. Akhirnya, kami mengalahkan Honduras," tutup Evandra Florasta.
Baca Juga
Kalah Dari Nottingham, Forest, Liverpool Catat Rekor Terburuk dalam 60 Tahun

