Dialiri DNA Inggris, Mobil Listrik Ini Memukau Kawula Muda
Poin Penting
|
Jakarta, Investortrust.id – Persis setahun setelah pandemi di Indonesia selesai, tepatnya di tahun 2023 pada ajang IIMS, MG Motor Indonesia meluncurkan mobil listrik besutannya untuk pasar Indonesia pertama kali di Jakarta, MG4EV. Mobil listrik yang mengusung DNA Inggris ini menampilkan wajah sporty dinamis dengan desain futuristik. Saat itu MG4EV masih didatangkan secara utuh (CBU) dari Thailand dan harganya cukup tinggi, di angka Rp 649,9 juta.
Tak lama kemudian, awal 2024, MG4EV dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau, yakni di Angka 400-jutaan. CEO MG Motor Indonesia He Guowei (Alec), pada tahun 2024 menjelaskan koreksi harga itu karena peralihan menjual model impor menjadi produksi lokal.
"Soal harga, berdasarkan pengertian saya, pengurangan harga itu karena ketika kita impor (dari Thailand) itu tarifnya tinggi banget," ungkap Alec.
MG4EV sejatinya mobil yang cukup bagus, namun tidak banyak terlihat di jalan raya dibanding mobil sejenis dari brand pesaing seperti BYD dan Wuling. MG4EV unggul dari segi desain, performa dan fitur yang cukup melimpah tetapi harganya masih di atas rata-rata mobil listrik sekelasnya.
Di kelasnya ada BYD Atto 3, Wuling Binguo EV dan MG4EV tampil kontras dengan desain sporty dan futuristik dibandingkan pesaingnya itu. Pemerintah belum lama ini mengeluarkan PMK 12/2025 tentang ketentuan insentif pajak mobil listrik dan hybrid yang bertujuan merangsang peningkatan penjualan mobil listrik di Indonesia.
Ini adalah peluang bagi MG4EV agar semakin laris dengan menurunkan harga jual sekaligus menambah berbagai fitur. Seperti apa makhluk bernama MG4EV ini? Investortrust berkesempatan menghela mobil kompak ini dari Jakarta-Semarang-Kudus dan Jogja pulang pergi.
Kesan Pertama Begitu Menggoda
Pertama menerima MG4EV ini, tampilannya langsung mencolok dengan baluran warna biru yang cukup agresif dan "stands out amongst the crowds". Di tengah kemacetan Jakarta yang dipenuhi mobil dengan rata-rata warna akromatis (putih, hitam dan silver), MG4EV ini tampil berbeda, warna birunya pun masih tetap agresif meski diapit di antara dua taksi yang juga berwarna biru.
Sudut-sudut geometri tampil tajam di buritan, lampu LED membentang dari kanan ke kiri dan desainnya cukup membuat orang melirik kagum terutama di luar ibukota di mana MG4EV ini masih bisa dibilang cukup langka.
Spoiler belakang terbelah tengah menegaskan garis sporty dan menambah kestabilan di kecepatan tinggi. Atapnya berkelir hitam seolah ingin menyiratkan kesan 'ada' sunroof. Pelk-nya juga tampil tidak biasa, meski yang terlihat adalah sebenarnya center cap atau dop pelk, yang terlihat keren, namun bila dilepas, pelk aslinya pun tetep keren dengan ukuran ring 17 inci dibungkus ban 215/50R17.
Lampu sein LED di bagian depan dibuat vertikal, dan ini yang menjadikan mobil ini 'muda'. Memang pantas karena performa mobil ini juga seperti nafas anak muda.
Tidak ada grill di mobil listrik, jadi udah nggak jaman mengulas keren tidaknya grill seperti mobil ICE. Namun sudut tajam di antara kedua mata MG4EV ini sudah menunjukkan wajah bengis yang siap melontarkan performa ganas.
Performa
Benar saja, sepanjang tol Trans Jawa, MG4EV ini dengan body yang ramping dengan mudah melewati ratusan kendaraan baik mobil pribadi maupun bis malam yang ugal-ugalan. Semuanya bisa diatasi dengan mudah oleh MG4EV ini. Nafasnya cukup panjang, baik di putaran bawah maupun atas. Dan seperti karakter mobil listrik pada umumnya, MG4EV ini mampu dengan mudah mencapai 100km/jam hanya dalam waktu 7,7 detik.
Namun performa MG4EV yang tinggi diimbangi oleh konsumsi BBL (bahan bakar listrik) yang lumayan 'minum' bila menggunakan analogi mobil ICE.
Sejak berangkat dari Jakarta, Investortrust isi penuh di SPKLU Jalan Ampera Cilandak 100% dengan kilometer 16.293. Menuju Kudus Jawa Tengah, Investortrust berkendara dengan beragam gaya mengemudi dari kalem hingga agresif. Diperlukan setidaknya tiga kali charging sepanjang Tol Trans Jawa. Tiba di Kudus tengah malam dan muter muter di Kota Kretek ini pun tidak lama. Satu kali charging di PLN Kota Kudus (PLN Kudus harus meningkatkan mesin charging mereka yang hanya 25KwH) hingga cukup sampai Semarang, sekitar 30%.
Tiba di PLN Semarang dengan mesin charging yang lebih kencang, 100KwH, Investortrust mengisi 30KwH, yang penting bisa sampai Jogja karena keburu malam. Ketika tiba di Jogja matahari telah pulang dan baterai tersisa 12%. Isi lagi di Yogya City Mall, tetapi sampai sana mesin charging-nya bukan yang kapasitas besar. Akhirnya isi saja 10KwH saja dan lanjut charging di Royal Ambarukmo, yang baru tahu belakangan. Di hotel mewah ini mesin charging-nya kencang banget tapi banyak juga yang antri. Tak apa, sambil menunggu baterai penuh bisa jalan jalan di mal.
Di area parkir Ambarukmo Plaza tersedia pula mesin charging non PLN, namun kapasitasnya tidak besar, 22KwH.
Sebetulnya pemetaan mesin charging bisa kita pantau dengan aplikasi PLN Mobile. Di situ akan terlihat di mana saja lokasi SPKLU terdekat, berapa jumlah mesinnya dan berapa yang digunakan dan berapa yang idle.
MG4EV ini meski body-nya kompak, namun karena performance-nya yang cukup ganas, akhirnya sering mengisi baterai.
Mengutip laman resmi MG Indonesia, MG4EV ini berpenggerak listrik dengan daya 123,2 hp (125 ps) dengan torsi sangat mumpuni, 250Nm. Coba saja injak pedal power, sensasi akselerasi yang kencang membuat seolah badan pengemudi dihempas menyatu dengan jok. Beneran, kecepatan moil ini seperti kita melihat mainan mobil listrik Tamiya yang langsung tancap 'gas' begitu dilepas di track balap.
Boleh dibilang dengan performa seperti ini, MG4EV yang ditest Investortrust di Tol Trans Jawa ini mungkin terlihat 'belagu dan tengil' karena bisa dengan mudah bermanuver selap selip, meninggalkan kendaraan lain di belakang. Seru! Darah muda banget.
Hal yang sama masih berlaku di tengah kepadatan lalu lintas dalam kota, MG4EV ini mudah untuk bergerak lincah di kemacetan Jakarta.
Nyaman Nggak? Simak Dulu
Begitu duduk, seat adjuster di kursi pengemudi sudah elektronik dan sangat memudahkan tester Investortrust dengan tinggi 173 cm. Saat dicoba pada posisi tiduran, kursi ini bisa turun sangat dalam dan rebahnya pun mentok ke belakang. Kaki bisa bebas selonjor.
Kursi di sebelah pengemudi masih menggunakan seat adjuster manual. Semua jok dibalut dengan kulit sintetis berkualitas dengan warna gelap dan cukup nyaman untuk diduduki. Penumpang belakang masih memiliki ruang kaki yang cukup dan head room yang memadai kecuali penumpangnya tinggi banget. Agar nyaman disarankan hanya ada dua penumpang di kursi belakang.
Semua penumpang dilengkapi sabuk pengaman dan ada lima airbag yang melindungi pengemudi dan penumpang. Mereka ada dua di depan, dua di samping dan satu di belakang.
Tombol-tombol cukup mudah baik untuk sistem navigasi maupun entertainment. Dashboard dan interface-nya cukup user friendly, hanya perlu sedikit belajar bagi pengguna baru. Layaknya smart car jaman now, MG4EV sudah bisa menjadi mirror smartphone pengemudi atau penumpang dengan koneksi Apple CarPlay dan Android Auto.
AI untuk Keselamatan Berkendara
Jangan lupakan fitur MG I-SMART yang menyediakan berbagai informasi layaknya JARVIS pada Iron Man. Kita bisa mengetahui fungsi pengisian daya dan baterai, status kendaraan, charging station terdekat, mapping dan navigasi sampai sistem pengontrol suhu sebelum mesin bekerja.
Eits, ternyata masih ada fitur MG Pilot Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang memperingatkan pengemudi yang berpindah lajur tanpa menyalakan lampu sein, atau hidung MG4EV yang terlalu dekat dengan kendaraan di depan, pengereman otomatis untuk menghindari tabrakan hingga peringatan slow down pada saat mencapai kecepatan tinggi tertentu. Selain ABS, MG4EV memiliki fitur keamanan seperti:
Front Collision Warning (FCW): Memberikan peringatan kepada pengemudi jika mendeteksi adanya risiko tabrakan dari depan. Autonomous Emergency Braking (AEB): Dapat secara otomatis mengerem mobil untuk menghindari atau mengurangi keparahan tabrakan jika pengemudi tidak merespons peringatan tepat waktu. Rear Collision Warning (RCW): Memberi peringatan jika mendeteksi adanya risiko tabrakan dari belakang. Fitur-fitur tersebut, membuat MG4 EV memiliki tingkat keselamatan yang tinggi, yang juga berkontribusi pada perolehan rating bintang lima dalam uji tabrak Euro NCAP. Semua ini disediakan untuk keselamatan berkendara.
Sedikit pe-er ada pada bagian pengisian daya untuk smartphone yang agak susah 'terlihat' karena tertutup deck persneling yang melayang. O'ya, persneling sudah berupa tombol (rotary gear selector) yang diputar ke kanan ke kiri seperti kebanyakan mobil mewah, tidak lagi menggunakan knob maju mundur.
Yang berbeda hanya pada penggunaan tuas sein dan wiper, MG4EV memiliki tuas sein di kiri dan tuas wiper di kanan. Bentuk setir two-spoke yang tidak bundar penuh tapi segi enam yang diperhalus seperti menegaskan brand MG di dalam kabin. Fitur kemudi tilt and telescopic menyediakan beragam posisi nyaman bagi pengemudi.
Pandangan pengemudi cukup luas dan bila parkir MG4EV menyediakan pandangan menyeluruh dengan kamera 360º dan kamera di hidung sehingga pengemudi bisa melihat apakah hidung MG4EV ini sudah 'mencium' obyek di depan atau belum. Tombol fitur '360º view' terpampang cukup jelas di bawah kiri layar LCD tengah.
MG hanya perlu memperbaiki kualitas peredam kabin supaya mobil ini bisa lebih mewah. Posisi duduk cukup nyaman, membuat pengemudi tidak merasa lelah.
Sempat Membuat Presiden Jokowi Kagum
Desain MG4EV yang merupakan kolaborasi SAIC Shanghai dan Royal College of Art London ini sempat mencuri perhatian Presiden RI ke-7, Joko Widodo pada ajang pameran IIMS di tahun 2023. Hal itni diungkap Marketing and PR Director MG Motor Indonesia, Arief Syarifudin dimana saat rombongan presiden melihat MG5 GT, tiba-tiba Jokowi melihat MG4 EV ini yang awalnya ingin diperkenalkan pada siang harinya. "Desainnya bagus. Teknologinya bagus. Ini pasti digemari oleh masyarakat Indonesia!" ujar Jokowi seperti diceritakan Arief dalam keterangan tertulis kepada media.
Morris Garage (MG) sejatinya adalah brand Inggris yang telah diakuisisi oleh SAIC Motor Tiongkok. MG di Inggris berdiri sejak tahun 1928 dan memiliki sejarah panjang di dunia otomotif. MG4EV sendiri merupakan hasil kerja keras SAIC Motor sesudah mengambil alih MG. Pada tahun 2017 MG memperkenalkan untuk pertama kali sebuah konsep mobil listrik murni yang dibangun pada platform arsitektur modular khusus kendaraan listrik.
Awal 2020 konsep itu dikembangkan menjadi Modular Scalable Platform (MSP), atau yang juga dikenal sebagai Nebula Platform di Tiongkok, khusus untuk kendaraan listrik. MG4 EV menjadi mobil pertama yang menggunakan platform ini, yang memungkinkan desain bodi hatchback penggerak roda belakang yang efisien.
Pertengahan 2022, model ini dirilis perdana di Tiongkok dengan nama MG Mulan EV yang dikenalkan di Eropa sebulan kemudian. Tak lama nama MG4EV resmi disematkan untuk pasar global dan laris manis di Eropa.

