Akhirnya Terungkap! Kisah Hilangnya Eks Pemain Juventus Asal Korea Utara Han Kwang-song
TOKYO, investortrust.id – Misteri hilangnya eks pemain Juventus asal Korea Utara Han Kwang-song akhirnya terungkap. Setelah tanpa kabar selama tiga tahun, penyerang berusia 25 tahun itu terlihat dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup B melawan Jepang.
Jepang sukses mengalahkan Korea Utara 1-0 di Tokyo National Stadium, Kamis (21/3/2024). Gol tunggal Ao Tanaka pada menit kedua sudah cukup membuat Samurai Biru kokoh di puncak klasemen.
Uniknya, bukan gol atau kemenangan Jepang yang dibahas di pertandingan tersebut. Orang-orang memilih membicarakan starting line-up Korea Utara. Sebab, di situ tertera nama Han Kwang-song. Mengenakan jersey No.10, dia bermain untuk negaranya selama 90 menit.
Siapa Han Kwang-song? Lahir di Pyongyang, 11 September 1998, Han Kwang-song memulai bermain sepak bola ketika diterima bergabung dengan salah satu akademi terbaik di Korea Utara, Chobyong Sports Club.
Han Kwang-song kemudian dikirim Pemerintah Korea Utara untuk belajar sepak bola di Italia. Pada Januari 2017 saat berusia 18 tahun, dia menjalani trial di Cagliari. Dia sukses meyakinkan para pelatih klub Sardinia itu sehingga mendapatkan kontrak di skuad Primavera.
Baca Juga
Catat! Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Lawan Vietnam di Hanoi
Han Kwang-song Memiliki Karier Cukup Sukses di Italia
Selanjutnya, Han Kwang-song mendapatkan kesempatan debut di Serie A. Pada 2 April 2017, dia tampil menggantikan Marco Sau pada menit ke-86. Saat itu, Cagliari mengalahkan Palermo 3-1. Han Kwang-song menjadi orang Korea Utara pertama yang bermain di Serie A atau orang Korea ketiga setelah Ahn Jung-hwan (2000-2002) dan Lee Seung-woo (2017-2018).
Sepekan kemudian, Han Kwang-song kembali bermain saat Cagliari melawan Torino. Bahkan, dia ikut mencetak gol dalam kekalahan 2-3 Cagliari.
Karier Han Kwang-song terus menanjak. Pada 13 April 2017, Han Kwang-song menandatangani perpanjangan kontrak hingga 30 Juni 2022. Dia kemudian melanjutkan musim 2016/2017 dengan memainkan total lima pertandingan Serie A dan mencetak satu gol.
Cagliari meminjamkan Han Kwang-song ke tim Serie B, Perugia, pada musim berikutnya. Penampilan Han Kwang-song di Perugia ternyata cukup bagus. Akibatnya, Juventus datang ke Cagliari. Pada 2 September 2019, La Vecchia Signora meminjam Han Kwang-song dari Cagliari untuk durasi 2 tahun, dengan kewajiban membeli di akhir periode.
Tapi, Juventus adalah klub raksasa. Han Kwang-song kalah bersaing dan segera dipindahkan ke Juventus U-23, yang berkompetisi di Serie C. Kemudian, pada 26 Oktober 2019, Kwang-song dipanggil ke tim utama untuk laga Serie A melawan Lecce. Dia menjadi pemain Asia pertama yang merumput untuk Juventus.
Dengan memiliki satu pertandingan biasa-biasa saja dengan tim utama Juventus, Han Kwang-song dikembalikan ke Juventus U-23. Dia menyelesaikan kompetisi dengan memproduksi satu gol dan dua assist dalam 20 penampilan Serie C.
Meski tidak jelek, Han Kwang-song memiliki nilai jual tinggi. Jadi, Juventus segera mempermanenkan statusnya pada 2 Januari 2020. Mereka membeli dari Cagliari dengan 3,5 juta Euro. Enam hari kemudian, Le Vecchia Signora menjual Han Kwang-song ke klub Qatar, Al-Duhail, dengan 7 juta euro. Hanya sepekan, Juventus untung 100%.
Penampilan Han Kwang-song di Qatar sangat bagus. Dia mencetak beberapa gol penting, dan menjadi penghuni starting line-up. Dia membantu timnya memenangkan Liga Qatar dan ditunjuk untuk mewakili tuan rumah di Piala Dunia Antarklub 2020, yang dimundurkan ke Februari 2021.
Baca Juga
Uji Coba Rudal Nuklir Kim Jong-un Hentikan Karier Han Kwang-song
Sayang, akibat uji coba rudal nuklir yang dilakukan Pemerintah Korea Utara, karier Han Kwang-song terhenti. Dia tidak masuk skuad Al-Duhail di Piala Dunia Antarklub. Bahkan, kontraknya dihentikan sepihak pada akhir 2020.
Al-Duhail dan sepak bola Qatar tidak berani mempekerjakan Han Kwang-song karena adanya sanksi PBB yang melarang perusahaan-perusahaan asing mempekerjakan orang Korea Utara sudah berlaku.
Sanksi itu berasal dari Resolusi PBB No.2375, yang disahkan pada 11 September 2017. PBB membatasi impor minyak mentah dan produk minyak sulingan Korea Utara. Usaha patungan yang dilarang meliputi ekspor tekstil, kondensat gas alam, dan impor cairan. Mereka juga melarang warga negara Korea Utara bekerja di luar negeri di negara lain.
Ada lagi Resolusi PBB No.2397, yang disahkan pada 22 Desember 2017 setelah peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-15. Di situ disebutkan repatriasi semua warga negara Korea Utara yang mendapatkan penghasilan di luar negeri dalam waktu 24 bulan.
Siaran The Voice of America (VOA) mengutip pakar sepak bola Italia, Marco Bagochi, menyebut Al-Duhail awalnya akan meminjamkan Kwang-song ke Selangor di Liga Super Malaysia. Tapi, otoritas di Malaysia mengintervensi proses itu sambil menunjukkan ada konsekuensi berat jika Selangor mempekerjakan Kwang-song.
Setelah itu, tidak diketahui lagi nasib Han Kwang-song. Media-media olahraga Korea Selatan yang mencoba menghubungi agen Han Kwang-song selalu gagal. Kemungkinan besar Kwang-song kembali ke Korea Utara melalui China. Ada lagi rumor yang menyebut dia pensiun dini karena cedera.
Dan, setelah tiga tahun menghilang, Han Kwang-song akhirnya muncul dalam pertandingan Korea Utara melawan Jepang di Tokyo.
Baca Juga
Siapa lebih Unggul? Catatan Head to Head Timnas Indonesia vs Vietnam

