Kisah Francis Ngannou Gunakan MMA untuk Keluar Dari Jerat Kemiskinan Akut
PARIS, investortrust.id – Francis Ngannou sedang serius menempa diri jelang pertarungan tinju melawan Anthony Joshua di Kingdom Arena Riyadh, 8 Maret 2024. Ini bukan pertarungan mudah karena idola Kamerun itu memulai karier dari mixed martial art (MMA) dan terjun di gelanggang Ultimate Fighting Championship (UFC).
Francis Zavier Ngannou lahir 5 September 1986. Dia adalah seniman bela diri campuran profesional Kamerun dan Prancis. Dia juga petinju professional.
Francis Ngannou berkompetisi di Divisi Kelas Berat UFC. Di panggung itu, dia menjadi juara. Dia kenal karena kekuatan pukulannya. Pada 2017, dia mencetak rekor dunia untuk pukulan terkeras yang pernah tercatat sebanyak 129.161 unit.
Rekor pertarungan Francis Ngannou di UFC luar biasa. Total, dia bertanding 20 kali. Dia menghasilkan 17 kemenangan, dengan 12 di antaranya KO. Itu berarti dia hanya kalah tiga kali, yang semuanya kekalahan by decision.
Tapi, sebelum mencapai popularitasnya di UFC, Francis Ngannou memulai segalanya dari minus. Dia lahir dan besar di sebuah desa kecil di Kamerun, Batie. Dia hidup dalam kemiskinan dan hanya memiliki sedikit pendidikan formal saat tumbuh dewasa.
Baca Juga
Pelatih Minta Anthony Joshua Perlakukan Francis Ngannou dengan Rasa Hormat
Orang tua Francis Ngannou bercerai ketika berumur enam tahun, dan dia dikirim untuk tinggal bersama bibinya. Pada usia 10 tahun, Francis Ngannou mulai bekerja di tambang pasir di Batie.
Saat masih muda, Francis Ngannou didekati oleh beberapa kelompok criminal di desanya untuk bergabung. Tapi, dia menolak. Lalu, dia justru memutuskan untuk menggunakan reputasi negatif ayahnya sebagai petarung jalanan sebagai motivasi untuk melakukan sesuatu yang positif dan menekuni tinju.
Pada usia 22 tahun, Francis Ngannou mulai berlatih tinju. Tapi, setelah berlatih selama satu tahun, dia berhenti karena sakit.
Pergi ke Eropa Sebagai Imigran Gelap
Terjerat dalam kemiskinan akut, Francis Ngannou melakukan berbagai pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Lalu, pada usia 26 tahun, dia memutuskan pergi ke Prancis untuk kembali menekuni tinju profesional.
Sayang, setelah mencapai Eropa, Francis Ngannou dipenjara selama dua bulan di Spanyol karena melintasi perbatasan secara ilegal.
Setelah sampai di Paris, Francis Ngannou tidak punya uang, tidak punya teman, dan tidak punya tempat tinggal. Setelah menjadi tunawisma di jalanan Paris, dia bertemu pelatih tinju, Didier Carmont. Di tempat Didier Carmont itulah Francis Ngannou berlatih tanpa biaya. Dia juga diperkenalkan dengan MMA.
Untuk mendapatkan uang tambahan, Francis Ngannou bekerja menjadi sukarelawan di Lo Chorba. Itu sebuah organisasi nirlaba di Paris. Dan, ketika sasana tinju tempatnya berlatih bangkrut, Direktur Lo Chorba Khater Yenbou memperkenalkan Francis Ngannou kepada Fernand Lopez dan MMA Factory.
Baca Juga
Resmi! Inilah Tanggal Tarung Anthony Joshua vs Francis Ngannou di Arab Saudi
Dari Tinju Beralih Menjadi Petarung MMA
Francis Ngannou awalnya tidak tertarik dengan MMA. Tapi, Fernand Lopez melihat potensinya di MMA dan meyakinkan Francis Ngannou untuk mencoba MMA. Fernand Lopez memberi Francis Ngannou beberapa perlengkapan MMA dan mengizinkannya berlatih serta tidur di gym tanpa biaya.
“Ketika saya mulai, saya tidak punya apa-apa. Tidak ada apa-apa. Saya membutuhkan segalanya. Tapi, ketika anda mulai mendapatkan uang, anda mulai mengumpulkan sesuatu. Tapi, tujuan saya bukan uang. Saya ingin melakukan sesuatu yang hebat. Selesaikan mimpi yang anda mulai,” kata Francis Ngannou, dilansir Sports Yahoo.
“Tentu saja, pertama-tama saya ingin membantu keluarga saya. Tapi, kemudian saya ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak di negara saya seperti saya yang mempunyai cita-cita menjadi dokter,” tambah Francis Ngannou.
“Jika saya mencapai impian saya, itu akan memberi saya kesempatan untuk membantu orang-orang di negara saya yang memiliki impian mereka sendiri dan tidak ada hal lain yang dapat mewujudkannya,” ungkap Francis Ngannou.
Sekarang, dengan kekayaan dan ketenaran yang dimiliki, Francis Ngannou benar-benar mewujudkan impiannya. Dia memuka gym di kampung halamannya agar anak-anak yang kurang beruntung bisa berlatih dan menjadi atlet hebat di masa depan.
“Saya ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak seperti saya yang memimpikan olahraga ini dan tidak memiliki kesempatan seperti saya. Banyak anak-anak sekarang di Kamerun, karena saya, mereka mempunyai mimpi,” pungkas Francis Ngannou.
Baca Juga
Mantap! Anthony Joshua vs Francis Ngannou Deal, Eks Juara Dunia Tinju Lawan Jagoan UFC

