Samsung Bakal Rilis Galaxy Z Fold 7 dan Flip 7 Mulai 9 Juli, Galaxy AI Masih Jadi Andalan?
JAKARTA, investortrust.id - Samsung akan merilis dua perangkat lipat terbarunya, Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7, pada ajang Galaxy Unpacked yang dijadwalkan berlangsung 9 Juli 2025 di Brooklyn, New York. Peluncuran global ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempertahankan dominasi di pasar perangkat lipat premium sekaligus memperkuat integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistemnya.
Dalam keterangan resminya, Samsung Indonesia menyebut generasi terbaru Galaxy Z akan mengusung Galaxy AI sebagai fitur utama yang mendefinisikan ulang cara pengguna berinteraksi dengan perangkat. Teknologi ini tidak hanya mendukung perintah suara untuk navigasi, komunikasi, hingga hiburan, tetapi juga mendorong produktivitas dengan pendekatan personalisasi berbasis AI.
"Lewat Galaxy AI, Samsung membawa pengalaman itu ke level berikutnya, bukan sekadar apa yang bisa dilakukan perangkat, tapi bagaimana cara kita berinteraksi dengannya," tulis keterangan Samsung, Selasa (24/6/2025).
Bocoran spesifikasi
Dari bocoran yang beredar, Galaxy Z Fold 7 Ultra diprediksi hadir dengan spesifikasi kelas atas, seperti kamera utama 200 MP, layar lipat 8,2 inci, ketebalan hanya 4,5 mm, serta bobot sekitar 236 gram. Perangkat ini juga dibekali prosesor Snapdragon 8 Elite, RAM 16 GB, dan baterai 4.400 mAh, menjadikannya salah satu ponsel lipat tertipis dan terkuat saat ini.
Samsung juga akan merilis Galaxy Z Fold 7 reguler, yang tetap membawa spesifikasi tinggi namun dengan perbedaan pada material bodi dan tingkat integrasi AI dibanding versi Ultra. Strategi ini membuka peluang bagi konsumen kelas atas dengan preferensi harga dan fungsi yang lebih fleksibel.
Selain seri Fold, Samsung memperkenalkan Galaxy Z Flip 7 dengan desain clamshell, layar utama 6,85 inci, dan kamera utama 50 MP. Varian ini diperkirakan akan hadir dengan prosesor berbeda tergantung pasar, yakni antara Snapdragon 8 Elite dan Exynos 2500.
Menariknya, Samsung juga menyiapkan varian Galaxy Z Flip 7 FE (Fan Edition) sebagai upaya ekspansi ke segmen menengah. Meskipun lebih terjangkau, perangkat ini tetap membawa desain ikonik dan fitur Galaxy AI, strategi yang diyakini dapat mendorong volume penjualan dan memperluas basis pengguna perangkat lipat secara global.
Samsung melihat potensi pertumbuhan pasar foldable yang masih kuat, dengan permintaan yang meningkat di sektor produktivitas, kreator konten, dan profesional muda. Dalam konteks ini, AI menjadi diferensiasi strategis untuk menarik segmen pasar baru.
Rumornya, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu juga bakal merilis jajaran perangkat wearable terbarunya, alias seri Galaxy Watch 8, Galaxy Watch 8 Classic, dan Galaxy Watch Ultra (2025). Selain itu Samsung juga diprediksi akan merilis teaser headset XR pertamanya, Project Moohan, yang dipamerkan baru-baru ini di Google I/O.
Dengan peluncuran ini, Samsung tampak tak hanya memperkuat lini bisnis mobile-nya, tetapi juga memperluas adopsi AI sebagai bagian dari strategi teknologi jangka panjang yang terintegrasi ke dalam seluruh portofolio perangkatnya.
Dengan kata lain, investor akan mencermati dampak peluncuran ini terhadap kinerja penjualan kuartalan Samsung, serta potensi peningkatan valuasi divisi mobile perusahaan, yang telah menjadi pendorong utama profit di tengah fluktuasi pasar semikonduktor dan memori global.

