Sejarah! Piala Dunia 2030 Digelar di Enam Negara, Tiga Benua
JAKARTA, investortrust.id - FIFA kembali meluncurkan terobosan penyelenggaraan Piala Dunia. Untuk Piala Dunia 2030, lembaga pimpinan Gianni Infantino itu memutuskan enam negara sebagai penyelenggara.
Setelah sukses dengan Piala Dunia 2022 dan sedang dalam proses Piala Dunia 2026, FIFA sejak tahun lalu sudah memulai bidding penyelenggara Piala Dunia 2030.
Tuan rumah diharuskan memiliki setidaknya 14 stadion all-seater dengan kapasitas minimal 40.000, dengan minimal tujuh stadion yang sudah ada sebelumnya. Pertandingan pembukaan dan final harus berlangsung di stadion berkapasitas 80.000 kursi. Sedangkan semifinal harus berlangsung di stadion berkapasitas 60.000 kursi.
Penyelenggara juga harus memiliki setidaknya 72 pilihan tempat latihan yang sesuai untuk base camp tim. Lalu, empat pilihan tempat latihan khusus untuk setiap stadion. Dan, dua pilihan tempat latihan base camp wasit yang sesuai. Semuanya dengan akomodasi yang sesuai.
Dewan FIFA juga mengatur persyaratan terkait lokasi penyiaran, lokasi acara terkait kompetisi, serta akomodasi. Selain itu, keberlanjutan, perlindungan lingkungan dan hak asasi manusia juga akan menjadi faktor yang dipertimbangkan.
Baca Juga
Demi Sukses Timnas U-17 dan Piala Dunia U-17, Erick Thohir Ziarah ke Makam Ulama NU
Atas sejumlah parameter yang digariskan, ada lima paket calon tuan rumah yang mengajukan diri. Paket paket pertama adalah Spanyol-Portugal-Maroko. Lalu, Argentina-Chile-Paraguay-Uruguay, Arab Saudi-Mesir-Yunani, dan Britania Raya-Irlandia.
Tapi, Arab Saudi-Mesir-Yunani dan Britania Raya-Irlandia mundur. Begitu pula Chile yang menarik diri dari bidding tuan rumah bersama tiga negara Amerika Selatan.
FIFA kemudian mengambil keputusan unik: Maroko, Spanyol, dan Portugal menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Tapi, mengingat Piala Dunia 2030 merupakan perayaan 100 tahun Piala Dunia, FIFA tidak mau lupa sejarah. Jadi, Uruguay, Argentina, dan Paraguay disertakan juga sebagai host.
Ini akan menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di lebih dari tiga negara, dan di lebih dari satu benua.
Rencananya, untuk menghormati Uruguay sebagai negara penyelenggara Piala Dunia perdana pada 1930, FIFA memutuskan tuan rumah pertandingan pembukaan akan digelar di Uruguay.
"Dewan FIFA dengan suara bulat menyetujui bahwa satu-satunya pencalonan adalah paket gabungan Maroko, Portugal, dan Spanyol, yang akan menjadi tuan rumah acara tersebut pada 2030, Mereka lolos secara otomatis dari alokasi slot yang ada," kata FIFA dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters.
"Selain itu, dengan mempertimbangkan konteks sejarah Piala Dunia pertama, Dewan FIFA dengan suara bulat setuju menunjuk Montevideo sebagai tuan rumah pembukaan serta tiga pertandingan Piala Dunia di Uruguay, Argentina, dan Paraguay," lanjut pernyataan itu.
Apakah ini akan rumit? Tentu saja! Pasalnya, Portugal-Spanyol dengan Maroko dipisahkan Laut Mediterania. Sementara Portugal-Spanyol-Maroko harus melintasi Samudera Atlantik untuk mencapai Uruguay-Argentina-Paraguay.
"Di dunia yang terpecah, FIFA dan sepak bola bersatu. Dewan FIFA dengan suara bulat sepakat merayakan 100 tahun Piala Dunia, yang edisi pertamanya dimainkan di Uruguay pada 1930, dengan cara yang paling tepat," kata Presiden FIFA Gianni Infantino.
Baca Juga
Waduh! Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Indonesia Hanya Dijatah 3 Wasit Cadangan

