Dari 'Supporter' Jadi Pelaku UMKM, Loyalis Jakmania di Balik Usaha 'Merchandise'
JAKARTA, investortrust.id - Berawal dari kecintaan terhadap klub Persija Jakarta, Dimas Ilham (36) pemilik Toko Atribut Jakarta menjadikan hobi mendukung tim kesayangannya sebagai mata pencaharian.
Sejak 2016, ia aktif memproduksi dan menjual berbagai perlengkapan supporter khusus Jakmania. Dimas juga ambil bagian dari organisasi resmi Jakmania yang menaungi bidang merchandise.
“Awalnya supporter saja, tapi lama kelamaan dari situ lahir jiwa dagangnya. Tapi kami bukan cuma jualan. Ini jadi tempat kumpul juga buat anak-anak Jakmania. Tempat saling dukung, saling jaga, bukan cuma soal duit,” ujarnya kepada Investortrust di sela-sela pertandingan Persija VS Persebaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (12/4/2025).
Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, BRI Liga 1 yang tengah berlangsung memunculkan harapan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. UMKM memanfaatkan momen ini untuk mengambil peluang meningkatkan omzet, utamanya pada saat berjualan pada hari pertandingan.
Di Plaza Utara GBK, kata Dimas selain ia yang membuka booth, ada juga delapan anggota Jakmania yang membuka booth. Adapun secara total ada 24 toko merchandise dibawah naungan Jakmania.
Gerai yang ia kelola berada di Cimanggis, Depok, satu-satunya toko resmi Jakmania di wilayah tersebut. Dimas yang besar di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, kini berdomisili di Depok. Meski tinggal di luar Jakarta, cintanya pada Persija tak luntur. Ia menyebut dirinya sebagai outsider, istilah untuk Jakmania di luar Jakarta.
“Lingkungan saya pas masih kecil memang dekat sama Jakmania. Persija itu sudah seperti keluarga. Bukan cuma klub bola, tapi rasa kebersamaan yang kuat,” katanya.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Baca Juga
Kembali Jadi Sponsor BRI Liga 1, BRI Bantu Ciptakan Perputaran Ekonomi hingga Rp 10,4 Triliun
Soal penjualan, produk yang dijual pun beragam, mulai dari kaos dengan kualitas 24S seharga Rp 85.000-120.000, syal Rp 150.000–200.000, hingga jaket Rp 180.000–250.000. Ia juga mendapat kepercayaan menjual jersey resmi dari Persija Store yang harganya bisa mencapai Rp 800.000.
Saat ada pertandingan besar, terutama di stadion, omzet penjualannya sebut Dimas bisa menembus hingga 200 pieces dalam satu acara. Ia pun menyediakan QRIS bagi para pembelinya untuk memudahkan pembayaran.
Dimas tak hanya dikenal sebagai penggerak UMKM Jakmania, tetapi juga menjadi wajah dari semangat loyalitas yang tidak hanya hadir di tribun stadion, melainkan juga di jalan-jalan, pasar, dan toko-toko kecil yang penuh warna oranye kebanggaan.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Di tengah lautan oranye yang memenuhi kawasan stadion utama GBK, sosok remaja berusia 15 tahun tengah melihat-lihat jersey. Namanya Chiko Juro Istanto. Bukan hanya karena usianya yang masih belia, tapi juga karena semangat dan cintanya pada Persija Jakarta.
“Karena memang sudah keturunannya sih, suka Persija. Bapak juga memang dari muda suka nonton bola dan pas kecil juga sering diajakin,” jawabnya penuh semangat ketika ditanya Investortrust mengapa ia menjadi pendukung Macan Kemayoran tersebut.
Chiko saat ini duduk di bangku kelas 3 SMP Manbaul Ulum di Jakarta Barat. Ia tengah menikmati masa liburan dan momen ini tak ia sia-siakan untuk datang ke stadion bersama tiga temannya sesama Jakmania muda.
Cinta Chiko pada Persija bukan datang tiba-tiba. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah ketika menyaksikan Persija meraih gelar juara Liga 1 pada 2018. Saat itu, ia hadir langsung di stadion bersama ayahnya, menonton laga melawan Borneo FC. “Itu yang paling diingat, 2018 pas Persija juara,” ujarnya bangga.
Dari sekian banyak pemain, ia punya satu idola yang paling ia kagumi yakni Marko Simic. “Dia gacor banget waktu main,” katanya sambil tersenyum seraya mengatakan bahwa ia memiliki jersey sang pemain.
Baca Juga
BRI Liga 1 Bergulir, Omzet UMKM Penjual Gorengan ini Meningkat hingga Dua Kali Lipat
Pendukung Ekonomi
Di tengah gemuruh stadion sepak bola ada denyut ekonomi yang ikut bergerak. Para pelaku UMKM mulai dari pedagang makanan, penjual merchandise, bahkan tukang parkir mendapat manfaat langsung dari olahraga terpopuler dunia tersebut.
“Kalau bicara soal ekonomi, pada dasarnya kita bicara soal pengeluaran. Ada penjualan tiket, merchandise, kaos, sampai transportasi,” ujar Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Media Wahyu Askar kepada Investortrust, belum lama ini.
Soal Liga 1, kompetisi ini berlangsung sepanjang musim, dengan klub-klub yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. “Liga 1 itu lebih berdampak secara agregat. Karena kompetisinya tersebar ke berbagai daerah, maka perputaran ekonominya lebih luas. Ini menyentuh masyarakat menengah ke bawah yang mayoritas ada di daerah,” ucap Wahyu yang juga menyukai olahraga sepak bola sejak usia 4 tahun tersebut.
Foto: Dok: BRI
Sponsor Utama
Sebagai komitmen dalam mendukung perkembangan olahraga nasional, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menjadi sponsor utama dalam BRI Liga 1 musim 2024-2025. Kontribusi tersebut berpotensi menciptakan perputaran yang mencapai Rp 10,42 triliun.
Sebagai sponsor utama BRI sejak musim 2021, BRI terus mendorong perbaikan mutu di BRI Liga 1 agar naik level di Asia dan ASEAN. Apalagi sepak bola, masih menjadi olahraga rakyat yang paling digemari di Indonesia, bahkan dunia.
Selain itu, faktor lain yang menjadi alasan BRI tetap mendukung perhelatan musim 2024-2025 tak lepas dari faktor ekonomi yang diciptakan dengan bergulirnya kompetisi.
Menurut Survei dari LPEM Universitas Indonesia tahun 2020, kompetisi Liga 1 diproyeksikan menciptakan perputaran uang mulai Rp 2,7 triliun hingga Rp 3 triliun dalam setahun.
Sementara, berdasarkan hasil riset terbaru yang dilakukan oleh BRI Research Institute yang dirilis pada Juli 2024, penyelenggaran BRI Liga 1 berpotensi menciptakan perputaran uang jauh lebih besar lagi, mencapai Rp 10,42 triliun.
Dari perputaran uang tersebut, dapat tercipta nilai tambah ekonomi (PDB) sebesar Rp 2,27 triliun, potensi pendapatan pajak tidak langsung bagi pemerintah sebesar Rp 866 miliar, serta penciptaan kesempatan kerja sekitar 45.000 orang.
Foto: PSSI
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengapresiasi komitmen BRI yang menjadi sponsor BRI Liga 1 untuk tahun ke empat secara berturut turut.
”Karena pertama kali BRI menjadi sponsor Liga pada saat Covid, di mana liga sepak bola di seluruh dunia berhenti tapi BRI berani mengambil posisi bahwa sepak bola di Indonesia tidak boleh mati,” ujarnya.
Erick juga mengharapkan musim BRI Liga 1 2024/2025 makin mengangkat sepak bola Indonesia secara keseluruhan yang sudah menjadi perbincangan di level Asia.
Menurutnya, sejumlah aturan baru Liga yang siap diterapkan di musim baru harus mampu meningkatkan kualitas liga dan mutu klub-klub peserta sehingga bisa lebih bersaing di kompetisi liga Asia.
"Target utamanya menaikkan mutu Liga kita agar levelnya naik di Asia dan ASEAN. Tak hanya itu, kompetisi yang aman dan nyaman bagi penonton tetap menjadi prioritas di setiap musim baru liga. Setelah setahun lebih membenahi tim nasional kini saatnya PSSI membenahi liga," ungkap Erick yang juga Menteri BUMN tersebut.

