Kisah Jordi Amat, Kapten Johor Darul Ta’zim Kini Jadi Kapten Timnas Indonesia
DOHA, investortrus.id – Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong telah menetapkan Asnawi Mangkualam sebagai kapten pasukan Garuda dan Jordi Amat sebagai wakil. Berhubung, Asnawi sedang cedera, maka Amat mencetak sejarah baru sebagai pemain keturunan pertama yang jadi kapten.
Kapten adalah jabatan prestisius di sepak bola. Kapten harus menjadi jembatan antara pemain dengan pelatih. Kapten juga memimpin rekan-rekannya di lapangan sekaligus menjadi orang yang berkomunikasi dengan wasit.
Di Timnas Indonesia, kapten selalu dijabat pemain-pemain senior dan berpengalaman. Sebut saja Ponaryo Astaman. Lalu, Fachruddin Aryanto. Kini, jabatan kapten dipengang pemain senior yang usinya masih muda, Asnawi Mangkualam. Mantan pemain PSM Makassar itu dibantu sang wakil Jordi Amat.
Baca Juga
Kenalkan Choi Ju-young, Fisioterapis Baru Timnas Indonesia Eks Asisten Park Hang-seo
Bagi Jordi Amat, menjadi kapten bukan hal baru. Selama ini, mantan pemain Espanyol itu merupakan kapten Johor Darul Ta’zim (JDT) di Liga Super Malaysia. Hasilnya, luar biasa. Di bawah kepemimpinan Jordi Amat, JDT meraih quadruple di kompetisi Malaysia musim ini, yaitu Piala Sumbangsih, Piala FA, Piala Malaysia, dan Liga Super Malaysia.
Jordi Amat mengaku bangga dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia. Sebagai pemain paling senior, dia ditugasi membimbing skuad muda Garuda di Piala Asia 2023. “Saya pikir kami bertiga siap untuk melakukan pekerjaan yang hebat ini, Asnawi, Marc Klok, dan saya sendiri,” kata Jordi Amat.
“Jadi saya sangat senang. Ini momen yang membanggakan, sebuah kehormatan bagi saya untuk menjadi salah satu kapten yang berusaha untuk membantu rekan-rekan setim saya,” tambah Jordi Amat.
“Memimpin dan berusaha memberikan nasihat yang baik bagi mereka, karena ini adalah tim yang masih sangat muda. Bahkan, terkadang saya terkejut karena menjadi salah satu pemain tertua. Tapi, saya sungguh-sungguh mengambil tugas ini dan saya berharap semuanya berjalan dengan baik,” pungkas Jordi Amat.
Baca Juga
Evaluasi Timnas Indonesia Jelang Piala Asia, Terlalu Mudah Bikin Kesalahan Sendiri

